TRIBUNNEWS.COM - Harga minyak dunia melonjak melewati 105 dolar AS per barel seiring perang di Iran memasuki minggu ketiga.
Minyak mentah Brent naik menjadi 106,12 dolar AS per barel, sedangkan minyak AS naik menjadi 101,53 dolar AS per barel.
Harga ini menandai level tertinggi sejak Juli 2022.
Pekan lalu, harga minyak sempat hampir mencapai 120 dolar AS per barel sebelum stabil di sekitar 100 dolar AS.
Perang yang dipimpin AS dan Israel di Iran menyebabkan gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah modern.
Selat Hormuz, jalur strategis yang menyalurkan sekitar 20 persen minyak dunia, ditutup bagi kapal tanker sejak awal konflik.
Baca juga: Dilema Hormuz: Bagaimana Iran Mengubah Selat itu Jadi Jebakan bagi Amerika Serikat?
Presiden Donald Trump menyerukan bantuan negara-negara internasional untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Trump menekankan arus minyak harus berjalan cepat dan aman.
Meski pemerintah AS berupaya menenangkan pasar, Iran meningkatkan tekanan.
Iran memasang ranjau di Selat Hormuz dan mengancam menyerang infrastruktur minyak dan gas terkait AS.
Kapal tanker telah dihantam beberapa kali sejak 28 Februari.
AS juga membombardir Pulau Kharg, pusat produksi minyak Iran.
Namun pemerintah Trump menegaskan produksi minyak utama Iran masih aman.
Kenaikan harga minyak mendorong pemerintah untuk menstabilkan pasokan.
Baca tanpa iklan