BP mendapat persetujuan untuk proyek lepas pantai baru di Teluk Amerika.
Sable Offshore Corp. diarahkan mengaktifkan kembali rig dan pipa lepas pantai di California Selatan.
Badan Energi Internasional (IEA) sepakat melepaskan 400 juta barel minyak darurat pada akhir Maret 2026.
Lonjakan harga minyak berdampak luas pada ekonomi global.
Di AS, harga bensin naik 24 persen menjadi rata-rata 3,70 dolar AS per galon sejak awal perang.
Gangguan Selat Hormuz juga mengancam distribusi pupuk, yang berpotensi menaikkan harga pangan global.
Barang mudah rusak seperti susu, buah-buahan, sayuran, dan ikan kemungkinan terdampak pertama.
Sebelumnya, harga bensin sempat turun di bawah 3 dolar AS per galon pada Desember 2025.
Analis memperingatkan harga minyak akan tetap fluktuatif di perdagangan di luar jam kerja.
Baca juga: Iran Bantah Serang Infrastruktur Minyak Arab Saudi, Tegaskan Fokus pada Target Militer AS-Israel
Spekulan melakukan lindung nilai posisi saat volume perdagangan rendah.
Ketidakpastian pasar global tetap tinggi karena pasokan minyak terganggu akibat perang yang belum mereda.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Baca tanpa iklan