TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.484 pada Senin (18/3/2026).
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan 201 pakar militer anti-drone telah dikerahkan ke Timur Tengah.
Dilansir The Guardian, sebanyak 34 personel lainnya disebut siap memperkuat pertahanan kawasan dari ancaman drone Shahed rancangan Iran.
Personel Ukraina telah ditempatkan di Uni Emirat Arab, Qatar, dan Arab Saudi, serta sedang menuju Kuwait, kata Zelensky saat berpidato di parlemen Inggris.
Invasi Rusia ke Ukraina dimulai secara terbuka pada 24 Februari 2022 setelah Presiden Vladimir Putin memerintahkan serangan militer besar-besaran.
Ketegangan kedua negara telah meningkat sejak pencaplokan Krimea oleh Rusia pada 2014 dan konflik di wilayah Donbas.
Ukraina mempererat hubungan dengan Barat, termasuk NATO dan Uni Eropa, yang dipandang Moskow sebagai ancaman.
Negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat, menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia sekaligus memberi dukungan militer kepada Ukraina.
Hingga kini, konflik masih berlangsung karena sengketa wilayah dan kepentingan strategis kedua pihak belum menemukan titik temu.
Selengkapnya, berikut ini rangkuman peristiwa yang terjadi dalam perang Rusia-Ukraina hari ke-1484, Rabu (18/3/2026):
Pakar Drone Ukraina ke Timur Tengah
Zelensky mengatakan 201 pakar militer anti-drone Ukraina telah dikerahkan ke Timur Tengah.
Sebanyak 34 personel lainnya disebut “siap dikerahkan” untuk membantu pertahanan kawasan.
Baca juga: Zelenskyy: Ukraina Minta Iran Tak Bantu Rusia Sejak 2022
Zelensky menyatakan tim tersebut memiliki keahlian dalam menghadapi drone Shahed rancangan Iran.
“Mereka adalah pakar militer, pakar yang tahu bagaimana membantu, bagaimana mempertahankan diri dari drone Shahed," kata presiden Ukraina kepada anggota parlemen Inggris pada Selasa (17/3/2026) saat berpidato di parlemen Inggris.
" Tim kami sudah berada di Uni Emirat Arab, Qatar, Arab Saudi, dan sedang dalam perjalanan ke Kuwait,” lanjutnya.
Baca tanpa iklan