TRIBUNNEWS.COM - Pernyataan terbaru Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait serangan di Iran kembali memicu kontroversi.
Melansir dari The Star, pernyataan tersebut disampaikan Trump saat dirinya membela keputusan untuk meluncurkan serangan militer terhadap Iran.
Dalam sebuah pertemuan resmi di Gedung Putih, Trump secara mengejutkan membandingkan strategi militernya dengan serangan Jepang ke Pearl Harbor tahun 1941.
Menariknya, Pernyataan tersebut dilontarkan Trump di hadapan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, yang tengah bertamu di Oval Office, Washington, pada Kamis (19/3/2026) waktu setempat.
Ketegangan bermula saat seorang jurnalis bertanya mengapa Trump tidak memberi tahu negara-negara sekutu mengenai rencana perang AS terhadap Teheran.
Trump berdalih bahwa kerahasiaan adalah kunci kemenangan.
"Kami menginginkan kejutan. Siapa yang lebih tahu tentang unsur kejutan daripada Jepang?"
Trump kemudian menyamakan serangan AS ke Iran dengan serangan Jepang ke negaranya di masa lampau.
"Mengapa Anda tidak memberi tahu saya tentang Pearl Harbor?" ujar Trump sembari menoleh ke arah PM Takaichi.
Mendengar ucapan tersebut, mata PM Takaichi tampak terbelalak.
Ia terlihat bergeser di kursinya seolah-olah menunjukkan gestur tidak nyaman saat Trump mengungkit peristiwa kelam yang menyeret AS ke dalam Perang Dunia II tersebut.
Kilas Balik Tragedi Pearl Harbor
Baca juga: Mengenal Pearl Harbor yang Disinggung Donald Trump saat Bertemu PM Jepang
Sebagai informasi, serangan Jepang ke pangkalan angkatan laut AS di Pearl Harbor, Hawaii, pada 7 Desember 1941, menewaskan 2.390 warga Amerika.
Peristiwa ini membuat Presiden Franklin D. Roosevelt melancarkan serangan balasan ke Jepang yang saat itu tengah bersekutu dengan Italia dan Jerman di Perang Dunia II.
AS kemudian membalas dan mengalahkan Jepang pada Agustus 1945, setelah menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki yang menewaskan ratusan ribu warga sipil.
Baca tanpa iklan