News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

CEO Perusahaan Teknologi Sebut Ada 2 Tipe Orang yang Sukses di Era AI

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger


TRIBUNNEWS.COM - Dari Generasi Z hingga baby boomer, para pekerja di berbagai industri tengah mencari cara untuk mempersiapkan karier mereka di masa depan, seiring kecerdasan buatan (AI) yang berpotensi mengubah pasar tenaga kerja.

Dilansir Fortune, CEO perusahaan teknologi Palantir, Alex Karp, menawarkan pandangan sederhana tentang siapa yang akan unggul di era ini.

Palantir Technologies Inc. adalah perusahaan publik asal Amerika Serikat yang mengembangkan platform integrasi dan analitik data untuk membantu lembaga pemerintah, militer, dan perusahaan dalam menggabungkan serta menganalisis data dari berbagai sumber.

“Pada dasarnya ada dua cara untuk mengetahui bahwa Anda memiliki masa depan,” kata miliarder berusia 58 tahun itu dalam podcast TBPN yang dipublikasikan 13 Maret 2026.

“Pertama, Anda memiliki pelatihan kejuruan. Kedua, Anda neurodivergen.”

Kategori pertama yang disebut Karp mencerminkan konsensus yang semakin menguat: profesi dengan keterampilan teknis spesifik, seperti teknisi listrik hingga tukang ledeng, lebih sulit diotomatisasi dan justru semakin dibutuhkan, terutama seiring pembangunan pusat data besar-besaran dan kekurangan tenaga kerja di AS.

Kategori kedua bersifat lebih personal.

Karp telah lama terbuka tentang pengalamannya hidup dengan disleksia, yakni gangguan belajar yang memengaruhi kemampuan membaca, menulis, dan pemrosesan informasi.

Secara lebih luas, neurodivergensi mencakup kondisi seperti ADHD dan autisme.

Menurut Karp, perbedaan kognitif ini justru bisa menjadi keunggulan di era AI, bukan karena diagnosisnya, melainkan karena pola pikir yang dihasilkan.

Ia menilai kesuksesan akan berpihak pada individu yang mampu berpikir berbeda, berani mengambil risiko, serta memiliki kreativitas tinggi dalam melihat dan membangun sesuatu yang unik.

Baca juga: 10 Pekerjaan Ini Terancam Digantikan AI di 2030, Apakah Kariermu Termasuk?

Menurut studi Gartner, sekitar seperlima organisasi penjualan di perusahaan Fortune 500 diperkirakan akan aktif merekrut talenta neurodivergen pada 2027 untuk meningkatkan kinerja bisnis.

Di tengah peringatannya bahwa AI akan menghapus banyak pekerjaan, Palantir justru berinvestasi pada talenta neurodivergen dan lulusan sekolah menengah atas.

Meski bukan persyaratan, perusahaan tersebut melihat kandidat neurodivergen sebagai keunggulan strategis.

Palantir bahkan menawarkan “Program Fellowship Neurodivergen” untuk merekrut individu dengan cara berpikir yang berbeda dari jalur konvensional.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini