Di sisi lain, rencana operasi darat yang dipertimbangkan Washington dinilai mengandung risiko tinggi bagi pasukan AS.
Para pejabat militer memperingatkan bahwa personel di lapangan akan menghadapi berbagai ancaman serius, mulai dari serangan drone, rudal jarak jauh, hingga bahan peledak rakitan yang kerap digunakan dalam perang modern.
Iran sendiri dikenal memiliki kemampuan perang asimetris yang kuat. Negara tersebut didukung jaringan milisi serta sistem persenjataan yang tersebar di sejumlah titik strategis. K
Kondisi ini membuat setiap operasi darat berpotensi berkembang menjadi konflik berkepanjangan dengan tingkat kerugian yang besar.
Dengan meningkatnya retorika dan kesiapan militer dari kedua pihak, situasi di kawasan Timur Tengah kini berada dalam fase yang semakin rawan.
Banyak pihak menilai, jika invasi darat benar-benar terjadi, konflik dapat meluas dan berdampak signifikan terhadap stabilitas regional maupun global.
(Tribunnews.com / Namira)
Baca tanpa iklan