Obat-obatan penting seperti terapi kanker, insulin, dan vaksin menghadapi risiko keterlambatan distribusi.
WHO memperingatkan biaya logistik meningkat hingga 30 persen dan pasokan darurat mengalami hambatan serius.
Baca juga: Sesumbar Trump soal Iran yang Kini Mulai Terbantahkan
Negara Rentan Hadapi Risiko Krisis Kesehatan
Gangguan ini paling berdampak pada negara berpenghasilan rendah dan wilayah konflik yang bergantung pada impor obat.
Wilayah seperti Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan disebut paling rentan mengalami kekurangan pasokan medis.
Para ahli memperingatkan, jika konflik berlanjut, krisis kesehatan global dapat semakin memburuk.
Perang yang awalnya bersifat militer kini berkembang menjadi ancaman serius bagi sistem kesehatan dunia.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Baca tanpa iklan