Ringkasan Berita:
- Trump akan bertemu Xi Jinping membahas perang Iran dan hubungan dagang AS-China.
- Sejumlah bos perusahaan besar AS seperti Apple, Nvidia, ExxonMobil, dan Boeing ikut mendampingi Trump.
- China tetap menjadi pembeli utama minyak Iran meski mendapat tekanan dari Washington.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden AS Donald Trump dilaporkan mengunjungi China dari tanggal 13 hingga 15 Mei 2026 untuk bertemu dengan Presiden China Xi Jinping.
Dengan diskusi yang diperkirakan akan fokus pada perang Iran dan ketegangan perdagangan AS-China yang sedang berlangsung.
Beijing mengkonfirmasi kunjungan tersebut pada hari Senin (11/5/2026) menandai perjalanan pertama Trump ke China selama masa jabatan presiden keduanya.
“Atas undangan Presiden Xi Jinping, Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump akan melakukan kunjungan kenegaraan ke China dari tanggal 13 hingga 15 Mei,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, mengutip Al Mayadeen, Kamis (14/5/2026).
Kunjungan ini terjadi di tengah hubungan yang tegang antara Washington dan Beijing terkait beberapa isu utama, termasuk tarif perdagangan, Taiwan.
Juga perang AS-Israel terhadap Iran.
Trump dijadwalkan akan didampingi oleh para CEO dari beberapa perusahaan terbesar di negara itu.
Di antaranya adalah para eksekutif puncak dari Nvidia, Apple, ExxonMobil, dan Boeing.
Undangan tambahan dilaporkan telah diberikan kepada perusahaan-perusahaan seperti Qualcomm, Blackstone, Citigroup, dan Visa, dengan kemungkinan akan ada nama-nama lain yang menyusul.
Menurut para pejabat AS, Trump diperkirakan akan menekan Xi terkait Iran.
Sekaligus berupaya meredakan sengketa perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia.
Namun, China tetap menjadi pembeli utama minyak Iran, terutama melalui kilang minyak independen "kecil" yang mengimpor minyak mentah dengan harga diskon dari Iran.
(*)
Baca tanpa iklan