News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Pasang Syarat! Hormuz Dibuka jika Ganti Rugi Perang Dibayar

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Sri Juliati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran menyatakan bahwa pembukaan kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz hanya akan dilakukan jika kompensasi atas kerusakan perang dibayarkan.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh pejabat Kantor Presiden Iran, Mehdi Tabatabai.

Dalam pernyataan resminya, pejabat Iran menegaskan bahwa akses penuh Selat Hormuz tidak akan diberikan tanpa adanya jaminan kompensasi mencakup penggunaan sebagian pendapatan dari biaya transit kapal untuk menutup kerugian akibat perang.

Dengan kata lain, setiap kapal yang melintas nantinya akan berkontribusi secara finansial dalam pemulihan infrastruktur dan ekonomi Iran yang terdampak konflik.

Langkah ini juga diiringi dengan usulan pembentukan sistem hukum baru dalam pengelolaan Selat Hormuz, yang memungkinkan Iran mengatur aliran kapal sekaligus menarik biaya sebagai bentuk “kompensasi tidak langsung”.

Kebijakan tersebut mencerminkan perubahan pendekatan Teheran, dari sekadar respons militer menjadi strategi tekanan ekonomi terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas perang.

 “Selat Hormuz hanya akan dibuka kembali apabila sebagian dari pendapatan transit digunakan untuk mengganti semua kerusakan yang disebabkan oleh perang,” ujar Tabatabai dikutip dari Daily Sabah.

Adapun penolakan Iran untuk membuka selat tanpa kompensasi didasari oleh besarnya kerugian yang dialami selama konflik berlangsung.

Serangan militer yang terjadi sejak akhir Februari menyebabkan kerusakan infrastruktur, korban jiwa, serta gangguan besar terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Dalam pandangan Teheran, pembukaan jalur strategis tanpa imbalan dinilai akan merugikan posisi tawar mereka dalam negosiasi internasional.

Selain faktor ekonomi, kebijakan ini juga mencerminkan sikap politik Iran yang menolak tunduk pada tekanan eksternal.

Teheran menilai bahwa pembukaan Selat Hormuz harus menjadi bagian dari kesepakatan yang lebih luas, termasuk penghentian konflik secara permanen dan jaminan keamanan di kawasan.

Ancaman Iran juga Mengarah ke Laut Merah

Selain ancaman di Selat Hormuz, ketegangan di kawasan Timur Tengah terus menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan.

Dalam pernyataan terbaru, Teheran juga mengisyaratkan potensi ancaman terhadap jalur pelayaran strategis lain di kawasan, termasuk wilayah Laut Merah.

Baca juga: Imbas Ultimatum Trump ke Iran, Jembatan Utama Penghubung Arab Saudi-Bahrain Ditutup Lebih Awal

Peringatan tersebut disampaikan oleh Ali Akbar Velayati, penasihat kebijakan luar negeri yang memiliki pengaruh besar dalam lingkar kekuasaan Iran.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini