News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Pernyataan Lengkap Paus Leo XIV yang Memicu Respons Keras Donald Trump

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Leo XIV menyerukan diakhirinya perang di Iran dan mendesak para pemimpin dunia untuk mengedepankan dialog ketimbang kekuatan militer. Ini disampaikan dalam pesan damai yang disampaikan saat doa bersama di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Sabtu (11/4/2026).  Seruan tersebut kemudian memicu tanggapan beragam, termasuk dari Vatikan sendiri dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang melontarkan kritik keras.

TRIBUNNEWS.COM, AMERIKA SERIKAT - Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Leo XIV menyerukan diakhirinya perang di Iran dan mendesak para pemimpin dunia untuk mengedepankan dialog ketimbang kekuatan militer.

Ini disampaikan dalam pesan damai yang disampaikan saat doa bersama di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Sabtu (11/4/2026). 

Seruan tersebut kemudian memicu tanggapan beragam, termasuk dari Vatikan sendiri dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang melontarkan kritik keras.

Dalam pernyataannya, Paus Leo XIV menyoroti eskalasi konflik global dan mengkritik kecenderungan penggunaan kekuatan militer.

“Cukup dengan penyembahan terhadap diri sendiri dan uang! Cukup dengan pamer kekuatan! Cukup dengan perang!” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kekuatan sejati tidak diukur dari dominasi militer, melainkan dari kemampuan melayani kehidupan.

“Kekuatan sejati ditunjukkan dengan melayani kehidupan,” tambahnya.

Baca juga: Paus Leo XIV Sambut Baik Gencatan Senjata antara AS dan Iran

Paus juga menyoroti penderitaan warga sipil di wilayah konflik, termasuk anak-anak yang terdampak perang.

“Saya menerima banyak sekali surat dari anak-anak di zona konflik… Mari kita dengarkan suara anak-anak!” katanya.

Ia kemudian menyerukan agar para pemimpin dunia segera kembali ke meja perundingan.

“Kami menyeru mereka, berhenti! Ini adalah waktunya perdamaian! Duduklah di meja dialog dan mediasi,” ujarnya.

 Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, menegaskan bahwa seruan damai Paus Leo XIV bukan hanya pesan moral, tetapi membutuhkan dukungan konkret dari komunitas internasional.

Parolin menilai bahwa tanpa aksi nyata, suara Paus berisiko tidak memiliki dampak signifikan di tengah dinamika geopolitik global.

Ia bahkan menggambarkan kondisi tersebut sebagai “suara yang berseru di padang gurun” jika hanya didengar tanpa ditindaklanjuti.

Mengutip EWTN News, Parolin juga mengaitkan seruan itu dengan momentum doa bersama untuk perdamaian yang dipimpin Paus di Basilika Santo Petrus.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini