Tanda-tanda perlawanan konsumen mulai terlihat di Asia Tenggara. Negara-negara seperti Filipina, Vietnam, dan Thailand dilaporkan mulai meningkatkan penggunaan batu bara karena tidak sanggup membayar harga gas yang selangit.
Namun, ancaman yang lebih nyata bagi masa depan LNG adalah pesatnya pertumbuhan energi terbarukan.
Pakistan, misalnya, telah mulai mengurangi impor LNG karena mereka beralih secara masif ke penggunaan panel surya dan baterai.
Para ahli memprediksi langkah Pakistan ini akan segera diikuti oleh negara-negara lain seperti Bangladesh, yang lebih memilih berinvestasi pada energi bersih daripada bergantung pada gas alam yang harganya tidak stabil akibat perang.
Baca tanpa iklan