News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Hegseth Peringatkan Blokade Iran Berlanjut Selama Diperlukan, AS Siaga Bom Fasilitas Energi!

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Sri Juliati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat di tengah jeda pertempuran yang masih berlangsung.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth menegaskan, blokade militer terhadap pelabuhan Iran akan terus diberlakukan tanpa batas waktu.

Al Jazeera melaporkan, Hegseth menyebut langkah tersebut akan berlangsung “selama diperlukan” sambil memperingatkan kesiapan Washington untuk melancarkan serangan baru.

Blokade ini sebelumnya diumumkan setelah pembicaraan antara AS dan Iran di Pakistan gagal mencapai kesepakatan.

Fokus utama operasi militer AS berada di kawasan strategis Selat Hormuz dan Teluk, jalur vital distribusi energi global.

Hegseth menegaskan bahwa militer AS kini memiliki kemampuan intelijen yang lebih kuat untuk memantau pergerakan Iran.

“Kami siap siaga untuk menyerang infrastruktur penting, termasuk fasilitas energi dan listrik,” ujarnya.

Ia juga memperingatkan bahwa setiap pergerakan Iran yang terdeteksi akan berpotensi menjadi target militer.

Meski mengeluarkan ancaman keras, Washington tetap membuka jalur diplomasi sebagai solusi utama.

Baca juga: 13 Kali Donald Trump Isyaratkan Perang Iran Segera Berakhir

Hegseth mengatakan AS berharap Iran memilih “jalan menuju kemakmuran” melalui negosiasi damai.

Namun, ia menegaskan konsekuensi berat jika Teheran menolak jalur tersebut.

“Jika Iran memilih dengan buruk, mereka akan menghadapi blokade dan serangan terhadap infrastruktur energi,” tegasnya.

Di sisi lain, upaya diplomasi masih terus berlangsung dengan keterlibatan Pakistan sebagai mediator.

Delegasi Pakistan telah tiba di Teheran untuk mempersiapkan putaran pembicaraan lanjutan antara kedua negara.

Namun, ketidakpercayaan tetap tinggi setelah serangan sebelumnya terjadi di tengah proses negosiasi.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini