News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Rapat Darurat Digelar! 40 Negara Kumpul Bahas Pembukaan Selat Hormuz

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Lebih dari 40 negara menggelar pertemuan penting di Paris untuk membahas rencana pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran vital dunia yang saat ini terdampak konflik geopolitik di Timur Tengah, Jumat (17/4/2026)

Daftar resmi seluruh 40 negara yang terlibat belum dipublikasikan secara terbuka.

Namun, sumber diplomatik yang dikutip dari Euronews menyebutkan bahwa komposisi peserta didominasi oleh negara-negara anggota NATO serta sejumlah mitra strategis di kawasan Indo-Pasifik dan Eropa.

Di luar Eropa, negara-negara mitra seperti Jepang, Korea Selatan, dan Australia turut ambil bagian dalam pertemuan tersebut.

Koalisi internasional yang dipimpin oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dan PM Inggris Keir Starmer menegaskan bahwa langkah pembukaan kembali selat tersebut hanya akan dilakukan setelah perang mereda.

Oleh karena itu para pemimpin dan ahli strategi militer berkumpul guna membahas langkah-langkah teknis yang diperlukan untuk memastikan kapal-kapal dagang, khususnya pengangkut energi, dapat kembali melintas dengan aman di kawasan tersebut tanpa terlibat langsung dalam konflik bersenjata.

40 negara tersebut juga turut membahas persiapan mencakup pengerahan kapal militer yang berfungsi sebagai pengawal bagi kapal-kapal sipil guna mencegah potensi ancaman selama pelayaran.

Selain itu, operasi pembersihan ranjau laut menjadi perhatian utama, mengingat keberadaan ranjau dapat membahayakan keselamatan jalur pelayaran.

Dukungan intelijen dan sistem radar juga akan diperkuat untuk memantau pergerakan di wilayah tersebut secara real-time, sehingga setiap potensi gangguan dapat dideteksi lebih dini.

Sejumlah negara Eropa bahkan telah lebih dulu mengirim kapal ke kawasan Teluk Persia sebagai langkah awal kesiapan operasi.

Blokade Selat Hormuz Picu Krisis

Adapun keputusan lebih dari 40 negara untuk menggelar rapat darurat di Paris tidak lepas dari eskalasi konflik yang terjadi di Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir.

Situasi memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada akhir Februari, yang kemudian memicu respons langsung dari Teheran dengan menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman.

Baca juga: Hal-Hal yang Perlu Diketahui Soal Ranjau Laut Selat Hormuz: Iran Pun Bingung Membersihkannya

Penutupan jalur ini menjadi titik krusial yang mendorong reaksi cepat komunitas internasional. 

Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia, dengan sekitar 20 persen pasokan minyak global melintasinya setiap hari.

Ketika akses tersebut terganggu, dampaknya tidak hanya dirasakan di kawasan Timur Tengah, tetapi juga menjalar ke berbagai negara yang bergantung pada impor energi.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini