TRIBUNNEWS.COM - Sebuah kapal kargo berbendera Iran disita oleh pasukan AS di Teluk Oman pada Minggu (19/4/2026).
Kapal kontainer tersebut dilaporkan milik anak perusahaan dari kelompok milik negara Iran yang dikenai sanksi.
Menurut laporan Wall Street Journal (WSJ), kapal itu sedang dalam perjalanan menuju Iran setelah mengunjungi China pada akhir bulan lalu.
Kapal tersebut, MV Touska, merupakan bagian dari armada yang dikendalikan oleh anak perusahaan Islamic Republic of Iran Shipping Lines (IRISL), yang dituduh mengangkut barang-barang yang dapat digunakan untuk tujuan militer ke Iran.
Kapal tersebut sedang berlayar menuju pelabuhan Bandar Abbas di Iran.
Pasukan khusus AS turun dari helikopter ke kapal tersebut setelah kapal itu tidak mematuhi perintah dan menolak berhenti.
Seluruh insiden terjadi di perairan dekat Selat Hormuz, wilayah yang masih diliputi ketegangan tinggi antara AS dan Iran.
Iran mengecam keras penyitaan kapal tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan kriminal serta ilegal.
Iran juga menyebut insiden itu sebagai pembajakan, serta menuduh AS menyandera awak kapal Touska.
China turut menyatakan keprihatinan atas insiden tersebut.
"Situasi di Selat Hormuz sensitif dan rumit," kata juru bicara Guo Jiakun dalam konferensi pers, Senin (20/4/2026), mengutip Reuters.
"Pihak-pihak yang terlibat harus menghindari eskalasi lebih lanjut dan menciptakan kondisi yang diperlukan agar transit normal melalui selat dapat dilanjutkan," tambahnya.
China juga mendesak pihak-pihak terkait untuk mempertahankan momentum gencatan senjata dan negosiasi.
"Sekarang jendela untuk perdamaian telah terbuka, kondisi yang menguntungkan harus diciptakan untuk mengakhiri perang sesegera mungkin," tambah Guo.
Apakah Touska Memiliki Hubungan dengan China?
Mengutip FirstPost, Touska adalah kapal kontainer berbendera Iran.
Baca tanpa iklan