News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Kapal Iran Disita AS, Benarkah Ada Keterlibatan China?

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Yurika NendriNovianingsih
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PERANG IRAN - Tangkap layar video yang diunggah CENTCOM memperlihatkan kapal perusak berpeluru kendali USS Spruance (DDG 111) mencegat M/V Touska milik Iran, 19 April 2026. Marinir AS kemudian menaiki dan menyita kapal tersebut. (X CENTCOM)

Panjangnya sekitar 294 meter dan lebarnya 32 meter, sehingga meskipun kerap disebut “kecil”, kapal ini tetap tergolong besar menurut data MarineTraffic.

Touska dimiliki oleh Mosakhar Darya Shipping Co yang berbasis di Teheran.

Kapal ini telah dikenai sanksi oleh AS sejak 2018.

Sejak 2012, seluruh manajer teknis dan komersial dari perusahaan pemiliknya juga telah dikenai sanksi, lapor CNN.

Pada 2019, AS memberlakukan sanksi terhadap IRISL dan menyebutnya sebagai “jalur pelayaran pilihan bagi pelaku proliferasi dan agen pengadaan Iran,” termasuk untuk mengangkut material bagi program rudal balistik Iran, seperti dilaporkan Reuters.

Charlie Brown, mantan perwira Angkatan Laut AS dan penasihat senior United Against Nuclear Iran, mengatakan kepada WSJ bahwa Touska kerap melakukan perjalanan antara China dan Iran.

Kapal itu diketahui mengunjungi pelabuhan Zhuhai di China selatan dua kali pada Maret, tambah Brown.

Baca juga: Kapal Iran yang Disita AS Kemungkinan Bawa Peralatan Fungsi Ganda, Diduga Perjalanan dari Asia

Reuters juga melaporkan, mengutip analisis satelit dari SynMax, bahwa kapal tersebut terlihat bersandar di pelabuhan Taicang, China, di utara Shanghai, pada 25 Maret, lalu berada di pelabuhan Gaolan di selatan China pada 29–30 Maret.

China menegaskan tidak menyediakan senjata kepada Iran.

China juga menyatakan memiliki kontrol ketat atas barang-barang penggunaan ganda (dual-use), yakni barang yang dapat digunakan untuk tujuan sipil maupun militer.

Namun, China tidak mendukung sanksi AS dan menyebutnya sebagai tindakan sepihak serta ilegal.

Isi Kapal Touska

Pasukan keamanan AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters bahwa penilaian awal menunjukkan kapal tersebut kemungkinan membawa barang-barang penggunaan ganda setelah perjalanan dari Asia.

Salah satu sumber menyebut Touska sebelumnya juga pernah mengangkut barang serupa, namun tidak merinci jenisnya.

Sementara itu, Komando Pusat AS menyebut logam, pipa, dan komponen elektronik sebagai contoh barang yang dapat digunakan untuk keperluan militer maupun industri dan berpotensi disita.

Brown juga menyatakan bahwa Touska mencoba menerobos blokade, yang mengindikasikan kapal tersebut membawa sesuatu yang bernilai bagi Iran.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini