Di sisi lain, Iran disebut masih meninjau proposal tersebut sebelum memberikan jawaban resmi.
Analis Timur Tengah Negar Mortazavi mengatakan Iran kemungkinan akan lebih fleksibel terkait isu nuklir setelah perang berakhir, meski kecil kemungkinan Teheran menyerahkan uranium yang telah diperkaya kepada AS.
Baca juga: Presiden Iran Bongkar Pertemuan 2,5 Jam dengan Mojtaba Khamenei, Isi Pembicaraan Masih Misterius
Diplomasi dan Ketegangan Regional
Di tengah situasi yang semakin panas, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bertemu Paus di Vatikan untuk membahas perang Iran dan dampaknya terhadap stabilitas global.
Presiden Prancis Emmanuel Macron juga mengecam serangan terhadap infrastruktur sipil dan kapal-kapal Uni Emirat Arab di sekitar Selat Hormuz.
Sementara itu, Lebanon dan Israel dijadwalkan menggelar pembicaraan baru di Washington pada 14-15 Mei mendatang untuk membahas kemungkinan perdamaian baru di kawasan.
Namun situasi di Lebanon masih memanas setelah Israel melancarkan serangan udara di wilayah selatan Lebanon yang menewaskan sedikitnya 11 orang.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan operasi terhadap Hizbullah akan terus dilanjutkan.
Harga Minyak Melonjak
Ketegangan terbaru di Hormuz langsung mengguncang pasar energi global.
BBC melaporkan harga minyak Brent sempat melonjak hingga 7,5 persen sebelum stabil di kisaran 101 dolar AS per barel pada perdagangan Jumat pagi.
Baca juga: Video AI Trump Terjebak di Selat Hormuz Viral, Diunggah Kedubes Iran
PBB juga memperingatkan sekitar 1.500 kapal dan awak masih terjebak di kawasan Teluk akibat gangguan pelayaran di Selat Hormuz.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.
Ancaman terhadap jalur pelayaran ini memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas ekonomi global dan keamanan energi internasional.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Baca tanpa iklan