TRIBUNNEWS.COM - Presiden Rusia, Vladimir Putin mengisyaratkan perang Rusia-Ukraina kemungkinan akan segera berakhir setelah muncul perkembangan baru dalam upaya diplomatik antara Moskow dan Kyiv.
Al Jazeera melaporkan Putin untuk pertama kalinya menyatakan terbuka bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di negara ketiga jika kesepakatan damai jangka panjang berhasil dicapai.
Pernyataan tersebut disampaikan Putin pada Sabtu (10/5/2026), beberapa jam setelah parade Hari Kemenangan Rusia di Moskow yang tahun ini berlangsung lebih sederhana dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Dalam pidatonya, Putin kembali menegaskan Rusia akan memenangkan perang di Ukraina.
“Kemenangan selalu dan akan selalu menjadi milik kita,” ujar Putin di Lapangan Merah Moskow seperti dikutip Reuters.
Namun di balik pidato bernada keras itu, Putin juga memberi sinyal baru terkait peluang perdamaian.
“Saya rasa masalah ini akan segera berakhir,” katanya kepada wartawan.
Putin juga menyatakan dirinya bersedia bertemu Zelensky di negara ketiga, tetapi hanya jika sudah ada rancangan kesepakatan damai komprehensif.
“Pertemuan di negara ketiga dimungkinkan, tetapi hanya setelah perjanjian damai jangka panjang diselesaikan,” ujar Putin.
Gencatan Senjata dan Tukar Tahanan
Pernyataan Putin muncul di tengah dimulainya gencatan senjata tiga hari antara Rusia dan Ukraina.
Baca juga: 5 Populer Internasional: Gencatan Senjata 3 Hari Rusia-Ukraina - Penumpang Hondius Takut Dikucilkan
Reuters melaporkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengumumkan Rusia dan Ukraina sepakat menghentikan aktivitas militer sementara mulai Sabtu hingga Senin.
Kesepakatan itu juga mencakup pertukaran 1.000 tahanan dari masing-masing pihak.
Trump menyebut perkembangan tersebut sebagai peluang menuju akhir perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.
“Semoga ini menjadi awal dari akhir perang yang sangat panjang, mematikan, dan sengit,” tulis Trump di Truth Social.
Baca tanpa iklan