Ringkasan Berita:
- Mantan PM Thailand, Thaksin Shinawatra (76 tahun), resmi bebas bersyarat dari Penjara Klong Prem pada 11 Mei 2026 setelah menjalani dua per tiga masa hukumannya.
- Pembebasan ini mengacu pada UU Pemasyarakatan B.E. 2560 yang memberikan kelonggaran bagi narapidana lansia yang berkelakuan baik dan memenuhi masa hukuman minimal satu tahun
- Hingga September 2026, Thaksin wajib mengenakan gelang elektronik, melapor secara rutin, dan dilarang meninggalkan kediamannya di Bangkok tanpa izin otoritas.
TRIBUNNEWS.COM - Mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra resmi dibebaskan secara bersyarat dari Penjara Pusat Klong Prem pada Senin (11/5/2026) pagi ini.
Melansir dari Thairath, pelepasan ini dilakukan setelah ia menjalani dua pertiga dari hukuman penjara satu tahun yang dijatuhkan kepadanya atas kasus penyalahgunaan wewenang dan konflik kepentingan.
Menurut pernyataan Departemen Pemasyarakatan Thailand, Thaksin yang kini berusia 76 tahun memenuhi syarat pelepasan bersyarat.
Langkah hukum ini didasarkan pada Undang-Undang Pemasyarakatan B.E. 2560 yang memberikan kelonggaran bagi narapidana lanjut usia yang telah menunjukkan perilaku baik dan telah menjalani masa hukuman minimal.
Thaksin sendiri termasuk dalam kelompok narapidana yang memenuhi kriteria lanjut usia dan telah menjalani masa hukuman minimal.
Pelepasan ini juga berlaku bagi ratusan narapidana lainnya dalam daftar yang disetujui Kementerian Kehakiman Thailand.
Seperti yang diwartakan sebelumnya, Thaksin ditahan sejak September 2025 setelah Mahkamah Agung memutuskan bahwa masa tinggalnya di rumah sakit polisi tidak dihitung sebagai masa penahanan yang sah.
Ia divonis satu tahun penjara atas tuduhan penyalahgunaan wewenang dan konflik kepentingan terkait kasus-kasus lama saat menjabat sebagai perdana menteri.
Masuki Fase Percobaan
Baca juga: Eks PM Thailand Thaksin Keluar Penjara Lebih Cepat, Ini Alasannya
Meski sudah tak lagi mendekam di penjara, kebebasan yang dirasakan oleh Thaksin Shinawatra ini tidaklah bersifat mutlak.
Thaksin kini memasuki fase masa percobaan selama empat bulan ke depan yang akan berakhir pada September 2026 mendatang.
Selama periode ini, ia terikat pada aturan ketat,
Ia diwajibkan mematuhi berbagai syarat masa percobaan, salah satunya adalah pemakaian gelang elektronik pemantau atau EM bracelet yang harus dikenakan Thaksin sepanjang waktu.
Selain kewajiban mengenakan alat pemantau, Thaksin diwajibkan menetap di kediaman keluarganya di Bangkok dan dilarang keras bepergian ke luar area yang telah ditentukan tanpa izin tertulis dari Departemen Pemasyarakatan.
Ia juga dijadwalkan untuk memberikan laporan rutin kepada petugas pembimbing kemasyarakatan.
Meski pihak pengacara sempat melayangkan keberatan terkait penggunaan gelang EM dengan alasan kesehatan dan kenyamanan lansia, otoritas tetap menegakkan aturan tersebut sebagai standar prosedur hukum yang berlaku bagi semua narapidana dalam kategori serupa.
Pembebasan ini juga mengakhiri spekulasi panjang mengenai status hukumnya sejak kembali dari pengasingan pada 2023 lalu.
Sebagai pengingat, Thaksin sempat dijatuhi vonis akumulatif delapan tahun penjara, yang kemudian mendapatkan grasi atau pengampunan kerajaan sehingga diringankan menjadi hanya satu tahun.
Dukungan dari Pendukung Setia
Baca juga: Pengadilan Thailand Putuskan Thaksin Shinawatra Jalani Hukuman Penjara Satu Tahun
Meski sempat mendekam di penjara, dukungan kepada Thaksin Shinawatra dari simpatisannya masih sangat kuat.
Hal ini terlihat dari massa pendukung gerakan Red Shirts atau Baju Merah yang telah berkemah di depan Penjara Klong Prem sejak Minggu malam (10/5/2026) untuk menyambut pembebasan Thaksin.
Pemimpin Red Shirts seperti Nattawut Saikua menyatakan Thaksin hanya akan melambai kepada pendukungnya sekitar pukul 08.00 pagi tanpa memberikan pidato panjang.
Putrinya, Paetongtarn Shinawatra, yang juga merupakan tokoh kunci dalam partai Pheu Thai, juga tampak terlihat ikut menjemput dan mendampingi proses kepulangan sang ayah.
Paetongtarn sendiri menekankan bahwa fokus utama keluarga saat ini adalah memulihkan kondisi fisik Thaksin yang kelelahan setelah menjalani proses hukum yang panjang.
(Tribunnews.com/Bobby)
Baca tanpa iklan