News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik India dan Pakistan

Operasi Sindoor Disebut Ubah Dinamika Konflik India-Pakistan

Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DIHANCURKAN - Foto jet tempur F-16 Pakistan. India mengklaim, operasi Sindoor mereka berhasil menghancurkan lima jet jenis ini di hanggar panggkalan udara di Pakistan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Satu setelah Operasi Sindoor diluncurkan India pada Mei 2025, Pakistan dinilai mengadopsi doktrin anti-teror lintas batas yang sebelumnya mereka kecam ketika diterapkan New Delhi terhadap Islamabad.

Dikutip dari National Interest, Kamis (14/5/2026), Operasi Sindoor diluncurkan India pada malam 7 Mei 2025 sebagai respons atas serangan teror di Pahalgam pada 22 April yang menewaskan 26 warga sipil India.

India kemudian menyerang sembilan target yang dikaitkan dengan Lashkar-e-Taiba (LeT) dan Jaish-e-Mohammed (JeM), termasuk markas LeT di Muridke dan kompleks JeM di Bahawalpur.

Pemerintah India menyatakan bahwa serangan teror lintas batas yang berasal dari Pakistan ke depan akan diperlakukan sebagai tindakan perang, dengan respons yang ditentukan langsung oleh New Delhi.

Pakistan saat itu menolak argumen tersebut dan menilai India tidak memiliki hak melakukan serangan berdasarkan tuduhan yang dianggap tidak dapat dibuktikan.

Namun pada Februari 2026, Angkatan Udara Pakistan justru menggunakan logika serupa untuk menyerang wilayah Afghanistan dengan alasan memburu Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP).

“Doktrin yang dikecam Pakistan ketika diterapkan terhadap dirinya sendiri telah menjadi doktrin yang sekarang digunakannya terhadap Kabul,” tulis Kepala Penelitian Nightingale International Eldaniz Gusseinov.

Menurut analisis tersebut, dampak utama Operasi Sindoor bukan hanya kerusakan fisik terhadap target militan, melainkan perubahan perhitungan biaya politik dan militer terkait terorisme lintas batas.

Konflik India-Pakistan

Serangan Uri pada 2016 dan Balakot pada 2019 dinilai masih mempertahankan pola lama hubungan India-Pakistan. Namun Sindoor disebut menetapkan ambang baru.

“Krisis India-Pakistan berikutnya akan dimulai dari titik awal ini,” tulis Gusseinov.

Pakistan sempat memperoleh keuntungan taktis pada fase awal konflik. Pada malam 7 Mei, jet tempur J-10C Pakistan yang menggunakan rudal PL-15 buatan China dilaporkan menembak jatuh setidaknya satu Rafale India dalam salah satu pertempuran udara terbesar dalam beberapa dekade.

Reuters merekonstruksi pertempuran itu melibatkan sekitar 125 pesawat tempur dari kedua pihak.

Dua pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa Pakistan kemungkinan menembak jatuh sedikitnya dua pesawat India, sementara seorang pejabat intelijen Prancis mengonfirmasi hilangnya setidaknya satu Rafale.

Namun situasi berubah beberapa hari kemudian.

Pada 10 Mei, India telah menyerang sedikitnya sembilan pangkalan udara dan instalasi radar Pakistan. Rudal jelajah BrahMos dilaporkan menghancurkan pesawat AEW&C di Bholari, sementara sistem S-400 India disebut menembak jatuh pesawat Saab 2000 Erieye Pakistan di atas Dinga.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini