Gencatan senjata kemudian tercapai pada 10 Mei setelah Pakistan meminta penghentian permusuhan melalui jalur komunikasi DGMO.
Atase pertahanan India di Jakarta, Kapten Shiv Kumar, dalam seminar di Jakarta pada Juni 2025 mengatakan India menerima kerugian awal karena pemerintah India membatasi serangan terhadap instalasi militer Pakistan pada fase pertama operasi.
Menurut analisis tersebut, kemenangan naratif Pakistan hanya bertahan pada 24 jam pertama konflik, sebelum sistem pertahanan udara Pakistan yang banyak dipasok China dinilai gagal menghadapi serangan jarak jauh India.
Serangan Pakistan ke Afghanistan
Pada Februari 2026, Pakistan melancarkan serangan udara ke Nangarhar dan Paktika di Afghanistan dengan alasan menargetkan kamp TTP.
Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif bahkan menyatakan “perang terbuka” terhadap Afghanistan pada 27 Februari.
Operasi Ghazab lil Haq kemudian berkembang menjadi serangan udara dan artileri berkelanjutan di Afghanistan timur, termasuk serangan terhadap sebuah universitas di Asadabad pada akhir April.
Namun Pelapor Khusus PBB menyatakan Pakistan belum menunjukkan bukti kredibel bahwa serangan TTP diarahkan langsung oleh pemerintah Taliban Afghanistan.
Mahkamah Internasional sebelumnya juga menyatakan toleransi suatu negara terhadap kelompok bersenjata tidak otomatis memberikan hak membela diri kepada negara tetangga.
“Inilah kerangka hukum yang ditolak Islamabad ketika diterapkan pada Sindoor. Kini, inilah kerangka hukum yang digunakan Pakistan,” tulis Gusseinov.
Menurut analisis tersebut, Operasi Sindoor memang meningkatkan tekanan terhadap kelompok militan di Pakistan, tetapi belum menghancurkan ekosistem mereka sepenuhnya.
LeT dan JeM disebut tetap beroperasi menggunakan identitas baru, sementara kelompok The Resistance Front diduga berfungsi sebagai proksi LeT untuk mempertahankan jarak formal dari aksi kekerasan di India.
Pemimpin LeT Hafiz Saeed masih berada dalam tahanan rumah terkait kasus pendanaan terorisme, tetapi infrastruktur perekrutan dan ideologi kelompok itu disebut tetap berjalan melalui Jamaat-ud-Dawa.
Ambang Baru
Sementara itu, TTP justru memperluas operasinya di Pakistan sejak 2021.
Pakistan mengklaim insiden terorisme di Khyber Pakhtunkhwa turun 65 persen setelah Operasi Ghazab lil Haq, namun laporan tersebut menyebut penurunan itu lebih mencerminkan perpindahan geografis aktivitas militan.
Dampak ekonomi kebijakan Pakistan terhadap Afghanistan juga disebut berbalik merugikan Islamabad.
Baca tanpa iklan