News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Aktivis dan Jurnalis RI Ditangkap Israel

Soal GSF Diintersep Tentara Zionis Israel: Hamas Kecam, Netanyahu Bangga

Penulis: Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor: Nanda Lusiana Saputri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Peristiwa intersepsi terhadap aktivis dan jurnalis yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) di perairan Siprus oleh tentara angkatan laut Israel (IOF) pada Senin (18/5/2026) direspons oleh organisasi militan Palestina, Hamas dan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu.

Diketahui, ada sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang terdampak imbas dari intersepsi yang dilakukan IOF.

Di antaranya ada tiga jurnalis yang turut menjadi korban di mana mereka berasal dari Republika dan Tempo.

Salah satu pejabat Hamas, Basem Naim, mengecam tindakan Israel sebagai wujud tindakan terorisme.

"Terorisme negara telah dilakukan dan upaya itu dilakukan secara sistematis serta sudah merongrong tatanan internasional secara keseluruhan," tegasnya dikutip dari Aljazeera, Selasa (19/5/2026).

Sementara, Netanyahu bangga atas tindakan militer Israel terkait intersepsi yang dilakukan tersebut.

Dia menganggap misi perdamaian yang dilakukan GSF merupakan rencana jahat dan 'sudah selayaknya ditumpas'.

Baca juga: Beredar Video Aktivis Sumud Flotilla Berpelukan usai Diculik dan Dipindah ke Kapal Zionis Israel

Netanyahu mengungkapkan serangan terhadap GSF merupakan salah satu rencana untuk mengisolasi Hamas di Gaza.

"Kalian (IOF) melakukannya dengan sangat sukses dan saya harus katakan juga secara diam-diam, dan tentu saja dengan sorotan yang lebih sedikit daripada yang diharapkan musuh-musuh kita. Jadi selamat saya ucapkan dengan tulus," katanya dikutip dari Times of Israel.

Sebelum adanya serangan ini, Kementerian Luar Negeri Israel telah mengeluarkan peringatan keras melalui media sosial X yang bernada provokasi.

Pihak Zionis meminta agar para aktivis tersebut mengubah rute pelayaran mereka. Israel juga menuding GSF sedang tidak melakukan misi kemanusiaan.

Bahkan, Israel menuding aksi yang dilakukan sebagai bentuk cari perhatian.

"Sekali lagi, sebuah provokasi demi provokasi: apa yang disebut 'armada bantuan kemanusiaan' lainnya tanpa ada bantuan kemanusiaan di dalamnya." demikian pernyataan resmi dari Kementerian Israel.

Pasca serangan, Kementerian Luar Negeri Israel mengunggah video yang diklaim memperlihatkan para aktivis GSF 'berpelukan setelah dipindahkan ke kapal-kapal Zionis'.

Mereka juga mengeklaim tidak ditemukan bantuan apapun untuk Gaza di kapal-kapal GSF.

Kronologi 

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini