Pemerintah United States mengatakan telah mengerahkan dana awal sebesar 13 juta dolar AS untuk membantu penanganan wabah, termasuk membantu membuka 50 klinik pengobatan Ebola.
Beberapa ahli menilai keterlambatan deteksi wabah ini juga menunjukkan adanya kelemahan kesiapsiagaan setelah pemotongan dana kesehatan global oleh Amerika Serikat dan donor besar lainnya.
Tedros mengatakan masih terlalu dini untuk memastikan apakah pemotongan dana di Kongo atau WHO turut berkontribusi terhadap keterlambatan deteksi maupun respons wabah.
Sementara itu, Africa Centres for Disease Control and Prevention mengatakan pada Rabu bahwa South Africa telah menjanjikan bantuan sebesar 2,5 juta dolar AS untuk mendukung penanganan wabah Ebola.
(*)
Baca tanpa iklan