Namun, sikap Netanyahu dinilai mengikuti pola yang sama, yakni secara terbuka menunjukkan dukungan kepada Trump, tetapi di balik layar berupaya menggagalkan kesepakatan yang sedang dinegosiasikan.
1 Juni 2026
Pada 1 Juni 2026, Israel mengancam akan membom Beirut, sebuah langkah yang mendorong Iran mengancam keluar dari negosiasi nuklir.
Trump kemudian menelepon Netanyahu dalam percakapan yang disebut para pejabat AS sebagai salah satu panggilan telepon terburuk sejak ia kembali menjabat.
Menurut Axios, Trump mengatakan:
"Kau gila. Kau pasti berada di penjara jika bukan karena aku. Aku menyelamatkanmu. Semua orang membencimu sekarang. Semua orang membenci Israel karena ini."
Trump juga mengingatkan Netanyahu tentang dukungan pribadinya selama persidangan korupsi yang dihadapi pemimpin Israel itu, serta memperingatkan bahwa serangan ke Beirut hanya akan semakin mengisolasi Israel secara global.
Seorang pejabat mengatakan Trump terus menekan Netanyahu hingga akhirnya ia menjawab:
"Bibi berkata, 'OK, OK, pastikan semuanya diurus.'"
Namun, pernyataan publik Netanyahu menunjukkan sikap yang berbeda.
"Posisi kami tetap sama."
Netanyahu, yang dicari ICC atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza, mengatakan Israel akan menyerang Beirut jika Hizbullah tidak menghentikan aksinya dan bahwa operasi di Lebanon selatan akan terus berlanjut.
Perundingan Masih Berlanjut
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa negosiasi dengan Iran masih berlangsung.
Mengutip Iran International, Rubio menyebut, ada kemungkinan Iran telah bersedia membahas aspek-aspek program nuklirnya yang sebelumnya tidak ingin mereka bahas.
"Sekarang kami sedang bernegosiasi, dan saya katakan bernegosiasi karena negosiasi dengan Iran tidak seperti negosiasi dengan Swiss. Sangat berbeda," ujarnya pada Selasa (2/6/2026) waktu setempat.
"Sayangnya, negosiasi membutuhkan perantara. Tetapi ada kemungkinan itu di depan mata kita. Itu bisa terjadi hari ini, besok, atau minggu depan."
"Untuk pertama kalinya, setidaknya dalam ingatan saya, mereka telah setuju untuk menegosiasikan aspek-aspek program nuklir mereka yang sebulan lalu atau setahun lalu bahkan tidak mau mereka sebutkan, apalagi dibahas," tambahnya.
Rubio mengatakan bahwa struktur kekuasaan internal Iran yang terpecah-pecah telah mempersulit proses negosiasi sehingga respons dari Iran sering kali membutuhkan waktu beberapa hari.
Ia juga mengatakan Iran masih memiliki banyak drone, tetapi kemampuan pertahanan konvensionalnya telah terkikis secara signifikan.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
Baca tanpa iklan