Ia mengindikasikan bahwa insiden itu merupakan semacam kecelakaan, tetapi menambahkan bahwa peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa AS harus meninggalkan Teluk Oman.
“Pasukan asing di dekat wilayah kami selalu berisiko karena kesalahan manusia, kecelakaan biasa, atau berpotensi terjebak dalam baku tembak,” tulis Araghchi di X.
“Untuk mengurangi risiko, solusi terbaik adalah mereka pergi,” tambahnya.
Helikopter AH-64 Apache, yang harganya lebih dari 35 juta dolar AS per unit, telah beroperasi di sekitar Teluk Oman dan Selat Hormuz untuk menegakkan blokade AS.
Helikopter-helikopter tersebut juga digunakan oleh Uni Emirat Arab untuk menembak jatuh drone Iran selama puncak perang dengan Iran.
Menlu Iran: Tidak Ada Serangan yang Tidak Dibalas
Seakan mengindikasikan bahwa serangan akan terus berlanjut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan Amerika Serikat bahwa serangkaian serangan terbaru mereka di wilayah selatan Iran tidak akan dibiarkan begitu saja.
Sebelumnya, lembaga penyiaran nasional Republik Islam melaporkan bahwa beberapa lokasi di provinsi selatan Iran telah terkena proyektil AS.
Lembaga tersebut menyebut Pulau Qeshm serta Kabupaten Jask dan Sirik sebagai target serangan.
Araghchi menyampaikan pernyataan itu dalam unggahan di X pada Rabu (10/6/2026) pagi setelah AS menyerang beberapa lokasi di Iran.
"Meskipun mengalami kekalahan di medan perang, AS memilih untuk menguji tekad kami," tulis Araghchi.
"Angkatan Bersenjata kami yang perkasa tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun tanpa balasan."
"Tinggalkan wilayah kami jika Anda ingin aman."
"Sejarah Teluk Persia memiliki banyak bab tentang nasib buruk para pendatang asing yang mengganggu."
Gedung Putih Yakin Kesepakatan Iran Hampir Tercapai Meski Ada Serangan
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump masih yakin kesepakatan damai dengan Iran dapat dicapai meskipun AS melakukan serangan balasan terhadap target-target Iran, kata seorang pejabat senior Gedung Putih kepada Politico.
"Tidak ada yang mengubah posisi kesepakatan saat ini," kata pejabat tersebut yang enggan disebutkan namanya.
Pejabat itu menambahkan bahwa kesepakatan dengan Teheran tetap hampir tercapai.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
Baca tanpa iklan