TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.569 pada Kamis (11/6/2026).
Kepala kepolisian Ukraina, Ivan Vyhovsk, menuduh Rusia merekrut gadis-gadis remaja Ukraina untuk membunuh personel militer Ukraina.
Pernyataan ini muncul setelah Ukraina penangkapan seorang tersangka berusia 17 tahun atas tuduhan pembunuhan dengan memancing personel militer Ukraina ke apartemen sewaan dan meracuni mereka.
"Sejak awal tahun 2026 saja, Kepolisian Nasional telah mencatat enam kasus pembunuhan berencana atas perintah melalui aplikasi Telegram, salah satunya berhasil dicegah. Kami melihat skema yang jelas dan terencana yang digunakan oleh para kurator Rusia," kata Vyhivskyi, Rabu (10/6/2026).
Menurut Vyhovsky, setelah perekrutan, para kurator memberikan tugas untuk mengenal para prajurit melalui situs kencan dan mengatur pertemuan pribadi.
"Melalui Telegram dan aplikasi pesan lainnya, mereka mencari gadis-gadis, menjanjikan uang mudah, dan sepenuhnya mengoordinasikan tindakan mereka dari jarak jauh."
"Secara khusus, mereka memberi tugas untuk mencari anggota militer di situs kencan dan menawarkan untuk menghabiskan waktu luang bersama, dan untuk melakukan kejahatan, para dalang mengirimkan dana untuk menyewa apartemen, membeli alkohol, dan pengeluaran lainnya," katanya.
Menurut polisi, narkotika memainkan peran tersendiri dalam skema ini.
“Dan yang terpenting adalah para pengawas memberi tahu para gadis tentang lokasi yang disebut ‘tempat’ di mana mereka menerima metadon,” jelas Vyhivsky.
Pekan lalu, polisi Ukraina menahan seorang remaja 17 tahun di wilayah barat Zhytomyr setelah kasus keracunan fatal.
Gadis itu mengaku telah berkomunikasi dengan seorang pria yang diduga agen dinas keamanan Rusia melalui Telegram.
Ia menerima paket racun yang diduga digunakan dalam aksinya, menurut laporan polisi setempat, seperti diberitakan Glavcom Ukraine.
Baca juga: Zelenskyy Akui Rudal Flamingo Ukraina Hantam Pabrik Militer Rusia
Ukraina Luncurkan Serangan Jarak Jauh
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan militer Ukraina meluncurkan serangan yang menargetkan di dalam wilayah Rusia pada Rabu (10/6/2026).
Zelenskyy mengatakan, serangan tersebut juga menargetkan kilang minyak Rusia di wilayah Samara.
Serangan tersebut menggunakan rudal jarak jauh FP-5 Flamingo, yang menghantam sebuah pabrik militer di Cheboksary yang memasok komponen untuk drone dan rudal Rusia.
Baca tanpa iklan