Ilmuwan iklim dari Columbia University, Muhammad Azhar Ehsan, mengatakan Afrika Timur Laut kemungkinan mengalami perubahan cuaca ekstrem, dari kekeringan parah hingga hujan deras yang berbahaya.
Di Amerika Serikat, El Niño dapat menyebabkan badai lebih kuat dengan curah hujan lebih tinggi di wilayah selatan. Namun, fenomena ini juga sering memberikan dampak positif bagi sektor pertanian.
Menurut Jon Gottschalck dari Pusat Prediksi Iklim NOAA, kondisi El Niño dapat membantu sektor pertanian Amerika Serikat. Ahli meteorologi Michael Ferrari mengatakan kondisi untuk tanaman pangan seperti kedelai terlihat cukup baik di sejumlah negara bagian utama penghasil pertanian, meskipun dampaknya terhadap industri susu dan peternakan masih beragam.
Wilayah Pegunungan Rocky bagian utara dan Barat Daya AS yang mengalami kekurangan salju parah berpotensi mendapatkan hujan lebih banyak pada musim panas.
Namun secara keseluruhan, peningkatan suhu akibat El Niño dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat. Ekonom iklim Stanford, Marshall Burke, mengatakan suhu yang lebih tinggi dari normal terbukti berkaitan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Tanda-Tanda Awal El Niño Sangat Kuat
Para ilmuwan mengatakan dampak El Niño juga bergantung pada waktu terbentuknya fenomena tersebut.
Biasanya El Niño mulai terbentuk pada musim panas, mencapai puncaknya pada akhir musim gugur atau awal musim dingin, lalu melemah pada musim semi berikutnya.
Namun, tim Ehsan memperkirakan El Niño kali ini akan mencapai puncak lebih cepat, sekitar satu hingga dua bulan lebih awal, berdasarkan tanda-tanda kuat yang terlihat dalam beberapa minggu terakhir.
Ilmuwan iklim dari Princeton University, Gabriel Vecchi, mengatakan El Niño besar seperti ini biasanya juga berlangsung lebih lama.
Menurut Vecchi, tanda awal seperti meningkatnya suhu air laut di Pasifik sangat kuat dan jelas, sehingga hampir semua lembaga prakiraan memperkirakan El Niño yang sangat kuat.
Para ilmuwan juga memperkirakan El Niño di masa depan dapat menjadi lebih kuat akibat pemanasan global yang dipicu pembakaran batu bara, minyak, dan gas. Namun, Frazier mengatakan masih terlalu dini untuk memastikan apakah El Niño kali ini merupakan dampak langsung dari perubahan iklim.
Sebelum resmi terbentuk, fenomena ini bahkan sudah mendapat berbagai julukan seperti “super El Niño” hingga “Godzilla El Niño”.
“Alih-alih merasa takut, kita bisa mendorong masyarakat untuk bersiap menghadapi dampaknya,” kata Ehsan.
(*)
Baca tanpa iklan