News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Duta Besar AS Sarankan Anggota Hizbullah dan Hamas Dideportasi ke Iran

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ISRAEL VS LEBANON - Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee memperhatikan Presiden Donald Trump berbicara kepada pers selama makan malam bilateral dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Senin, 7 Juli 2025, di Ruang Biru. Huckabee mengusulkan agar anggota Hizbullah dan Hamas dideportasi ke Iran sebagai cara mengakhiri pengaruh proksi Iran. (Foto Resmi Gedung Putih oleh Daniel Torok)

TRIBUNNEWS.COM - Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, menyarankan agar setiap anggota Hizbullah dan Hamas dideportasi ke Iran.

Ia berpendapat bahwa langkah tersebut akan membebaskan Lebanon dan Israel dari kelompok proksi Iran.

Huckabee mengatakan dalam unggahannya di X bahwa Iran menuntut agar Israel berhenti mempertahankan perbatasannya dari Hizbullah, sementara rencana perdamaian Gaza bergantung pada pelucutan senjata Hamas.

“Setiap anggota Hizbullah & Hamas DIDEPORTASI ke ‘Kantor Induk’ di Iran,” tulis Huckabee di X, Rabu (17/6/2026).

“Hasilnya? Lebanon & Israel bebas dari proksi Iran. Beri kesempatan pada PERDAMAIAN!”

Pernyataan Huckabee dilontarkan di tengah proses kesepakatan perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat.

Dilaporkan sebelumnya, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan pada Minggu (14/6/2026) bahwa AS dan Iran telah mencapai kesepakatan perdamaian yang mencakup penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon.

Mengutip CBS News, Sharif mengatakan kesepakatan itu akan ditandatangani dalam upacara resmi pada 19 Juni di Swiss.

Presiden AS Donald Trump kemudian menulis di media sosial bahwa ia mengakhiri blokade angkatan laut AS di Selat Hormuz.

Baca juga: Hari ke-110 Perang Iran: Teheran Ancam Respons Keras Jika Israel Terus Serang Lebanon

Wakil Menteri Luar Negeri Iran juga mengonfirmasi bahwa teks perjanjian telah diselesaikan dan akan ditandatangani pada Jumat, lapor media pemerintah Iran.

Namun, di tengah proses tersebut, Hizbullah Lebanon dan militer Israel masih saling melancarkan serangan.

Iran bersikeras bahwa perang di Lebanon merupakan bagian dari kesepakatan apa pun dengan Amerika Serikat.

Mengutip Al Jazeera, Rabu (17/6/2026), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa kelanjutan serangan Israel atau berlanjutnya pendudukan mereka akan dianggap sebagai pelanggaran terhadap nota kesepahaman (MoU) perdamaian.

Araghchi mengatakan bahwa bagi Iran, hal terpenting adalah segera menerapkan gencatan senjata secara permanen di seluruh wilayah tersebut.

Menurutnya, hal itu disebabkan oleh keterkaitan antara perang di Lebanon dan perang di Iran.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini