"Dari 15 juta bulk target produksi sekitar 13 batch atau setara dengan 13 juta dosis," tutur Bambang.
Sementara, bahan baku yang diterima hari ini akan mulai diproses pada tanggal 13 Februari dan diharapkan selesai pada 20 Maret 2021.
Setelah selesai diolah menjadi vaksin siap edar, Bambang melanjutkan, terlebih dahulu harus melalui serangkaian uji mutu quality control ketat yang dilakukan oleh laboratorium Bio Farma maupun Badan POM.
"Uji mutu tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa vaksin yang hasilkan memenuhi standar kualitas dan standar mutu yang telah ditetapkan," ungkap dia.
Sumber: Kontan.co.id/Tribunnews.com
Baca tanpa iklan