Di Amerika Serikat, tren yang sama juga berkembang. Sebanyak 250 Perguruan Tinggi di sana akan memiliki lebih banyak opsi nabati melalui inisiatif oleh Aramark, perusahaan katering di negara tersebut.
Aramark berkomitmen untuk secara signifikan meningkatkan opsi makanan berbasis nabati di sekolah. Pada tahun 2025, hampir setengah menu (44 %) yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut berbasis nabati, dengan melakukan hal tersebut Aramark bertujuan untuk mencapai tujuannya guna mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 25 persen pada tahun 2030.
“Para siswa akan menjadi semakin sadar dan peduli tentang dampak dari makanan yang mereka konsumsi. Tren ini pasti akan datang di Indonesia juga”, ungkap Among.
Baca tanpa iklan