News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bedakan Alergi dan Intoleransi Susu, Jangan Salah Menanganinya

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Seno Tri Sulistiyono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI SUSU - Susu menjadi sumber rasa tidak nyaman, perut kembung, mual, hingga ruam kulit setelah diminum. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –Bagi sebagian orang, segelas susu di pagi hari adalah simbol kasih sayang dan kesehatan. 

Namun bagi yang lain, susu justru menjadi sumber rasa tidak nyaman, perut kembung, mual, hingga ruam kulit setelah diminum. 

Banyak yang menyangka itu hanya masalah pencernaan ringan, padahal bisa jadi tubuh sedang memberi sinyal.

Ini bukan sekadar tidak cocok, tapi alergi atau intoleransi.

Baca juga: Puluhan Anak di Kadungora Jawa Barat Keracunan Susu MBG, Kepala BGN: Ini Hal yang Tidak Terduga

Masalahnya, dua istilah ini sering tertukar. Alergi susu dan intoleransi laktosa terdengar mirip, tapi keduanya punya mekanisme dan dampak yang sangat berbeda.

Dalam program Health Corner Sonora, dr. Santi, Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia, menjelaskan dengan tegas perbedaannya.

“Kalau alergi, itu reaksi sistem imun terhadap protein susu. Tapi kalau intoleransi, masalahnya ada di pencernaan karena tubuh tidak punya cukup enzim laktase untuk memecah gula susu, yaitu laktosa,” jelasnya pada kanal YouTube Sonora FM, Sabtu (4/01/2025). 

Menurut dr. Santi, alergi susu lebih banyak terjadi pada anak-anak dan bisa menimbulkan gejala yang cukup serius. 

Tubuh mengenali protein susu sebagai zat berbahaya, lalu mengeluarkan reaksi perlawanan.

“Gejalanya bisa berupa ruam, gatal-gatal, muntah, bahkan sesak napas,” ujarnya.

Sementara intoleransi laktosa biasanya dialami orang dewasa. 

Ini bukan masalah kekebalan tubuh, tapi kemampuan mencerna. 

Ketika seseorang kekurangan enzim laktase, laktosa yang tidak tercerna akan difermentasi oleh bakteri di usus besar.

“Akibatnya timbul gejala seperti perut kembung, begah, atau diare beberapa jam setelah minum susu,” tutur dr. Santi.

Sayangnya, banyak masyarakat yang tidak menyadari perbedaan ini.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini