News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Awas! Waspadai Dapur Anda, Kanker Hati Bisa Bermula dari Sana! Segera Buang Sumber Jamur

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi memasak di dapur. Sebelum memasak, perhatikan bahan makanan di dapur karena bisa jadi sumber jamur yang picu kanker hati.

“Kalau ada roti itu ada jamurnya, ya dipotong rotinya, habis itu bawa jamurnya, nggak ada jamurnya ini dimakan aja. Padahal itu akarnya (jamur) itu sudah sampai ke dalam,"imbuhnya. 

Ia menjelaskan bahwa miselium atau akar jamur tidak hanya tumbuh di permukaan makanan. 

Akar jamur bisa menembus ke bagian dalam yang tampak masih bagus, sehingga walau bagian yang berjamur sudah dibuang, toksin tetap tertinggal di dalam makanan tersebut.


Kebiasaan Menghemat yang Bisa Mengundang Bahaya

Kebiasaan masyarakat Indonesia yang enggan membuang makanan basi sering kali didasari alasan ekonomi dan rasa sayang terhadap makanan. 

Namun menurut dr. Jeffry, kebiasaan ini justru menjadi bumerang bagi kesehatan jangka panjang.

Banyak orang yang menganggap bahwa jamur pada makanan hanya masalah tekstur atau rasa. 

Baca juga: Kanker Hati Dapat Disembuhkan, Kenali Apa Saja Metode Pengobatannya 

Padahal, toksin dari jamur tidak bisa hilang hanya dengan dipanggang, direbus, atau digoreng. 

Aflatoksin sangat stabil terhadap panas, sehingga tetap aktif meski makanan dimasak dengan suhu tinggi.

Dalam beberapa kasus, makanan yang tampak masih baik dan tidak berjamur pun bisa mengandung toksin bila disimpan di tempat lembap atau tertutup rapat tanpa sirkulasi udara. 

Hal ini sering terjadi pada biji-bijian, kacang tanah, jagung, dan produk olahannya seperti tempe, tahu, atau selai kacang yang tidak disimpan dengan benar.


Dampak Jangka Panjang Aflatoksin bagi Tubuh

Paparan aflatoksin dalam jumlah kecil tapi terus-menerus bisa menyebabkan peradangan kronis pada hati. 

Dalam jangka panjang, hal ini dapat menimbulkan sirosis, gangguan fungsi hati, dan pada kasus berat berkembang menjadi kanker hati.

Menurut data medis, negara-negara dengan iklim tropis memiliki prevalensi kanker hati yang tinggi karena paparan aflatoksin di makanan. Indonesia termasuk salah satunya.

Dr. Jeffry menegaskan bahwa penyakit ini sering kali tidak terdeteksi pada tahap awal karena gejalanya mirip dengan penyakit lambung atau pencernaan biasa. 

“Banyak pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan sakit di ulu hati dan dikira maag. Setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata ada kerusakan hati yang cukup parah,” ujarnya.


Langkah Pencegahan di Rumah

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini