Tania, orangtua yang memiliki anak penderita kanke bernama Andrew mengaku selama perawatan, aktif mencari informasi tentang leukemia, bergabung dalam komunitas orang tua di Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI), serta terus menjaga komunikasi positif dengan Andrew.
Setelah lebih dari dua tahun berjuang, Andrew akhirnya dinyatakan remisi.
"Yang membuat saya bertahan adalah harapan bahwa Andrew bisa sembuh, dan saya tidak sendirian,” ujar Tania.
Baca juga: Iqbal Pakula juga Sempat Idap Leukemia hingga Jalani Kemoterapi sebelum Meninggal Dunia
Temuan penelitian tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kanker anak bukan takdir yang tidak bisa dilawan. Dengan harapan yang kuat, dukungan sosial yang terbuka, dan konsistensi pendampingan, resiliensi orang tua dapat tumbuh dan menjadi kekuatan utama bagi proses penyembuhan anak.
Pemerintah dan berbagai organisasi kesehatan pun terus menyerukan edukasi publik agar semakin banyak orang tua mengenali gejala sejak dini. Semakin cepat ditemukan dan semakin kuat mental keluarga, semakin besar peluang anak-anak pejuang kanker kembali sehat.
Baca tanpa iklan