News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Banjir Bandang di Sumatera

Air Bersih Sulit Didapat Korban Bencana Sumatera, Ahli Ingatkan Ancaman Kesehatan 

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BANJIR ACEH - Foto udara memperlihatkan banjir bandang yang merendam permukiman dan lahan di Aceh Tengah, Aceh. Meski Wamensos menyebut logistik aman, bantuan di Aceh hingga kini belum merata dan warga diminta bersabar.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

Ringkasan Berita:

  • Penyintas bencana di Sumatera kini kesulitan mendapatkan air bersih.
  • Hal ini akan berdampak pada kesehatan. 
  • Ahli menegaskan bahwa tubuh manusia memiliki batas ketahanan sangat pendek tanpa akses air minum layak.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat merusak rumah serta memutus akses transportasi dan merenggut ratusan nyawa. 

Namun, ada situasi lain yang juga mengancam. Yaitu penyintas bencana yang kini kesulitan mendapatkan air bersih.

Baca juga: Zikri Daulay Sedih Dengar Warga Aceh Minum Air Banjir Dicampur Bubuk Teh, Ingat Tsunami 2004

Ahli epidemiologi dan kesehatan lingkungan, Dicky Budiman, menegaskan bahwa tubuh manusia memiliki batas ketahanan sangat pendek tanpa akses air minum layak, sebuah kondisi yang kini terjadi di banyak titik pengungsian di tiga provinsi tersebut.

Dicky menilai bahwa isu krusial pascabencana adalah kemampuan penyintas bertahan tanpa bantuan, khususnya air bersih.

“Secara medis rata-rata literatur mengatakan manusia itu hanya bertahan 3 hari tanpa air minum. Pada kondisi panas, apalagi diare atau luka terbuka itu bisa hanya 1 sampai 2 hari,” ujarnya pada Tribunnews, Selasa (9/12/2025). 

Di lokasi banjir Aceh, Sumut, Sumbar, akses air bersih terputus akibat sumur terendam, pipa rusak, serta kontaminasi kotoran dan sampah banjir. 

Kondisi itu sangat berbahaya, terutama bagi pengungsi yang mengalami luka atau infeksi kulit akibat paparan air kotor.


Risiko Meninggal Lebih Cepat Pada Kelompok Rentan

Dicky menyebut bayi, balita, ibu hamil dan menyusui, lansia, serta orang dengan komorbid sebagai kelompok dengan risiko kematian paling cepat.

Baca juga: Kemendagri Pastikan Pasokan Air Bersih Terpenuhi di Wilayah Terdampak Banjir Sumatra

“Pada kelompok rentan ini tanpa bantuan itu bisa meninggal dalam 1 atau 3 hari saja,” tegasnya.

Di posko pengungsian, kelompok rentan ini kerap mengalami dehidrasi karena keterbatasan cairan, keterlambatan pemeriksaan kesehatan, dan kebutuhan nutrisi yang lebih tinggi.


Bencana Banjir Kurangi Kemampuan Tubuh Bertahan

Secara teoritis, manusia dewasa sehat mampu bertahan lebih lama tanpa makanan. 

Namun pada korban banjir, stres berat, cuaca ekstrem, dan infeksi memperpendek durasi itu secara signifikan.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini