News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Libur Akhir Tahun Rawan Campak, Ini Risiko Komplikasi Serius pada Anak yang Belum Divaksin

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bidan Desa Yudha Purwanidyah memberikan vitamin saat imunisasi di Posyandu Balai Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (2/2/2023). Imunisasi tersebut dilakukan sebagai antisipasi untuk meminimalisir anak dari dampak terpapar campak. Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mengimbau para orang tua untuk segera membawa putra-putrinya melakukan imunisasi terutama untuk imunisasi campak. Baik melalui posyandu, puskesmas atau bisa dilakukan di sekolah dasar (SD) secara gratis. SURYA/PURWANTO

Kondisi ini membuat anak-anak menjadi kelompok paling rentan, terlebih bila belum mendapatkan vaksinasi lengkap.

Gejala Awal Sering Dianggap Ringan

Pada fase awal, campak kerap disalahartikan sebagai flu biasa. Anak biasanya mengalami demam, batuk kering, pilek, lemas, muntah, hingga diare. 

Beberapa hari kemudian, ruam kemerahan mulai muncul di wajah dan leher, lalu menyebar ke seluruh tubuh.

Masalahnya, pada anak, campak yang tidak segera ditangani berisiko menyerang berbagai organ vital.

“Campak lebih berbahaya jika dialami oleh bayi karena imunitas tubuhnya belum sempurna seperti orang dewasa," tegas Dokter Spesialis Anak RS Pondok Indah Bintaro Jaya, dr. Caessar Pronocitro, Sp.A, M.Sc, pada keterangannya, Rabu (31/12/2025). 


Komplikasi Campak Bisa Berujung Fatal

Campak memiliki kemampuan unik untuk melemahkan sistem kekebalan tubuh secara signifikan. 

Inilah yang membuka pintu bagi komplikasi berat, bukan hanya akibat virus campak itu sendiri, tetapi juga infeksi lanjutan yang menyertainya.

Salah satu komplikasi paling sering dan mematikan adalah pneumonia atau radang paru. 

Infeksi ini dapat membuat napas anak menjadi cepat dan sesak, hingga memerlukan perawatan intensif. 

Tak sedikit kasus kematian akibat campak dipicu oleh komplikasi ini.

Selain itu, campak juga dapat menyebabkan ensefalitis atau radang otak. Kondisi ini ditandai dengan penurunan kesadaran, kejang, hingga gangguan saraf jangka panjang. 

Bahkan, beberapa minggu setelah campak sembuh, anak masih berisiko mengalami peradangan otak dan saraf tulang belakang yang memicu gangguan keseimbangan atau kelumpuhan mendadak.

Diare berat dan dehidrasi juga menjadi ancaman serius, terutama pada bayi. 

Kerusakan lapisan usus akibat virus campak dapat membuat tubuh kehilangan cairan dengan cepat, hingga berujung pada syok dan kematian bila terlambat ditangani.


Vaksinasi Jadi Perlindungan Utama Anak

Hingga kini, belum ada antivirus khusus untuk mengatasi campak. 

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini