News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Lima Hal Ini yang Akan Terjadi Jika Lebih Sering Konsumsi Air Jeruk Nipis

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

JERUK NIPIS.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Air jeruk nipis kerap dipilih sebagai minuman harian karena rasanya segar dan dianggap menyehatkan. 

Namun, apa sebenarnya yang terjadi pada tubuh ketika seseorang mulai lebih sering mengonsumsi jeruk nipis, baik dalam bentuk jus maupun campuran air minum?

Jeruk nipis merupakan buah sitrus berukuran kecil dengan rasa asam tajam. 

Baca juga: 7 Buah yang Baik Dikonsumsi Penderita Radang Tenggorokan, Jeruk Nipis Punya Kandungan Antibakteri

Di balik kesederhanaannya, buah berwarna hijau ini menyimpan beragam kandungan nutrisi yang berdampak langsung pada sistem pencernaan, imunitas, hingga kesehatan jantung.

“Jeruk nipis kaya akan vitamin C, yang membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan kesehatan jantung,” tulis Health dilansir Tribunnews, Jumat (23/1/2026). 

1. Membantu Menurunkan Risiko Batu Ginjal

Salah satu efek yang paling sering dikaitkan dengan konsumsi jeruk nipis adalah perannya dalam menurunkan risiko batu ginjal. 

Batu ginjal terbentuk ketika urin mengandung mineral atau zat kimia seperti kalsium dan oksalat dalam jumlah berlebihan, lalu membentuk kristal keras.

Buah sitrus, termasuk jeruk nipis, mengandung sitrat yang secara alami dapat menghambat pembentukan batu ginjal. 

Air jeruk nipis membantu meningkatkan pengeluaran kalsium melalui urine, sehingga peluang terbentuknya batu ginjal menjadi lebih kecil, terutama pada orang dengan risiko dehidrasi atau asupan cairan yang kurang.

2. Potensi Perlindungan Lambung dari Infeksi

Jeruk nipis juga dikaitkan dengan perlindungan terhadap kesehatan lambung. Senyawa bioaktif dalam buah sitrus diketahui memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa flavonoid dalam buah sitrus dapat memengaruhi kemampuan bakteri Helicobacter pylori untuk bertahan hidup di lingkungan asam lambung. 

Meski demikian, temuan ini masih memerlukan penelitian lanjutan pada manusia untuk memastikan manfaatnya secara klinis.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini