News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ramadan 2026

Sering Begadang Saat Ramadan? Awas Risiko Kurang Tidur bagi Kesehatan Jantung

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

Ringkasan Berita:

  • Puasa sangat baik untuk jantung, selama kebutuhan tidur tetap terpenuhi.
  • Saat tidak ada asupan makanan sepanjang hari, sistem tubuh termasuk jantung mendapat waktu istirahat dari ritme makan yang terus-menerus.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ramadan identik dengan suasana yang berbeda. 

Malam terasa lebih hidup, aktivitas bertambah, dari tarawih, sahur, sampai nonton atau kumpul keluarga.

Baca juga: Mitos atau Fakta? Mandi Air Dingin Usai Kelelahan Bisa Picu Serangan Jantung? Ini Penjelasan Dokter

Tapi di balik itu, ada satu kebiasaan yang sering luput disadari, waktu tidur jadi lebih singkat.

Padahal menurut Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Kardiologi Intervensi RS Pondok Indah – Pondok Indah, dr. Nanda Iryuza Sp. J.P, Subsp. K.I. (K), puasa justru sangat baik untuk jantung, selama kebutuhan tidur tetap terpenuhi.

“Oke, selama puasa. Jadi puasa sendiri itu sebenarnya adalah seorang yang sangat baik buat jantung. Satu-satunya hal yang, saya bukan bilang bahwa, ini nggak bagus sih, orang puasa itu saya entah kenapa jadi waktu tidurnya lebih singkat,"ungkapnya pada media briefing di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Puasa Itu Baik, Tapi Kurang Tidur Bisa Jadi Masalah

Menurut dr Nanda, puasa memberi kesempatan tubuh untuk melakukan reset alami. 

Saat tidak ada asupan makanan sepanjang hari, sistem tubuh termasuk jantung mendapat waktu istirahat dari ritme makan yang terus-menerus.

Baca juga: Selamat dari Serangan Jantung Bukan Berarti Aman, Dokter: Justru Masa Kritis Cegah Serangan Kedua

Ia menggambarkan bagaimana di hari biasa orang cenderung makan tanpa jeda: pagi sarapan, siang makan, sore ngemil, malam makan lagi. 

Bahkan di sela-selanya masih ada kopi atau camilan tambahan.

Tubuh sebenarnya punya sinyal kapan harus beristirahat, terutama pada malam hari. Dalam kondisi normal, detak jantung akan menurun saat waktu tidur tiba.

Namun jika waktu istirahat terus ditunda, jantung seperti dipaksa bekerja lebih lama.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini