News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tragedi Bunuh Diri pada Anak, Psikiater Ingatkan Perubahan Sikap Jadi Alarm 

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PERUBAHAN PERILAKU ANAK - Perubahan perilaku merupakan tanda peringatan dini yang paling penting dalam kasus bunuh diri pada anak. 

Dari sisi individu, risiko meningkat pada anak dengan depresi, kecemasan berat, kesulitan mengatur emosi, serta perasaan bersalah berlebihan hingga merasa menjadi beban bagi orang lain.

Di lingkungan keluarga, tekanan ekonomi kronis, konflik berkepanjangan, kekerasan verbal atau fisik, serta orangtua yang mengalami stres berat atau gangguan mental turut memperbesar kerentanan anak.

Sementara dari faktor lingkungan, perundungan di sekolah, isolasi sosial, serta paparan konten bunuh diri di media dan ruang digital tanpa pendampingan menjadi pemicu tambahan.

Kementerian Kesehatan mencatat tren peningkatan kasus percobaan bunuh diri pada anak dan remaja dalam beberapa tahun terakhir, seiring meningkatnya tekanan sosial, ekonomi, dan digital.

“Bunuh diri pada anak hampir selalu lahir dari akumulasi, bukan satu kejadian,"sambungnya. 

Perubahan Perilaku, Alarm Paling Penting yang Sering Terabaikan

Perubahan perilaku merupakan tanda peringatan dini yang paling penting dalam kasus bunuh diri pada anak. 

Sayangnya, sinyal ini kerap tidak disadari atau dianggap sebagai fase perkembangan biasa.

Tanda-tanda yang perlu diwaspadai antara lain anak menarik diri dan menjadi sangat pendiam, perubahan emosi drastis seperti murung, mudah menangis, atau cepat marah, serta munculnya ucapan bernada putus asa.

Gangguan tidur, mimpi buruk berulang, penurunan prestasi akademik, hingga hilangnya minat bermain juga merupakan sinyal yang tidak boleh diabaikan.

WHO menekankan bahwa mayoritas anak yang melakukan bunuh diri sebenarnya telah menunjukkan tanda peringatan sebelumnya, namun sering tidak terbaca oleh lingkungan terdekat.

“Perilaku anak berubah bukan tanpa sebab, itu cara jiwa meminta tolong,"lanjutnya. 


Tekanan Ekonomi dan Beban Sistemik pada Kesehatan Mental Anak

Masalah ekonomi memiliki dampak tidak langsung namun mendalam terhadap kesehatan mental anak. 

Anak sering menyerap stres orangtua, meski tidak selalu memahami akar persoalannya.

Dalam kondisi tersebut, anak dapat merasa dirinya sebagai penyebab kesulitan keluarga. 

Rasa bersalah dan tanggung jawab semu pun muncul, padahal beban tersebut seharusnya berada pada orang dewasa.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini