Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menjelang bulan Ramadan, banyak penderita diabetes tetap bertekad menjalankan ibadah puasa.
Di Indonesia, fenomena ini sangat umum terjadi.
Baca juga: 4 Rekomendasi Minuman Diabetes Berdasarkan Cara Kerja di Tubuh dan Dampaknya
Namun di balik semangat tersebut, ada risiko kesehatan yang perlu dipahami agar puasa tetap aman.
Dokter spesialis penyakit dalam dr. Helmi Fakhruddin, Sp.PD mengungkapkan sebagian besar pasien diabetes di Indonesia tetap berpartisipasi dalam puasa Ramadan.
“Menurut beberapa studi yang dilakukan di Indonesia maupun di luar negeri terutama di Indonesia, memang untuk Indonesia sendiri 9 dari 10 pasien diabetes pada saat bulan Ramadan biasanya menjalankan dan ikut berpartisipasi dalam puasa Ramadhan,” ujarnya pada talkshow kesehatan virtual yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan, Kamis (12/2/2026).
Meski demikian, puasa pada penderita diabetes bukan tanpa risiko.
Perubahan pola makan dan jadwal minum obat selama Ramadan dapat memicu gangguan keseimbangan gula darah.
Risiko Hipoglikemia saat Penderita Diabetes Berpuasa
Lebih lanjut dr. Helmi menjelaskan, salah satu risiko utama adalah meningkatnya kejadian hipoglikemia atau gula darah rendah.
Kondisi ini bisa berbahaya jika tidak segera ditangani.
“Angka kejadian hipoglikemi pada pasien diabetes di bulan Ramadhan itu sangat meningkat. Bisa sampai 7,5 kali lebih,” kata dr. Helmi.
Selain hipoglikemia, pasien juga berisiko mengalami hiperglikemia, dehidrasi, kenaikan berat badan, trombosis, hingga komplikasi lain.
Baca tanpa iklan