Dalam epidemiologi, tingkat penularan penyakit dikenal dengan istilah basic reproduction number atau angka reproduksi dasar.
Semakin tinggi angkanya, semakin mudah penyakit menyebar.
Prof Dominicus menyebut virus hanta memiliki tingkat penularan yang sangat rendah hingga tidak bisa dibandingkan dengan campak.
“Kalau yang hanta ini sangat-sangat sedikit,” katanya.
Ia bahkan menyebut kemungkinan satu orang menularkan ke orang lain sangat kecil.
“Bahkan mungkin nggak sampai 2 paling. Ada yang bilang mendekati 0 kok,” ujarnya.
Sebagai perbandingan, campak termasuk penyakit paling mudah menular di dunia.
“Campak itu adalah yang paling tinggi. Itu namanya basic reproduction number. Satu orang menulari berapa. Itu campak itu adalah 19,” jelasnya.
Karena itu, menurut Prof Dominicus, masyarakat tidak perlu panik menghadapi virus hanta.
“Hanta ini tidak menakutkan saya, apalagi yang dari tikus,” katanya.
Baca juga: Kasus Hantavirus di Indonesia Didominasi Seoul Virus, Ini Gejala Umum Jika Terinfeksi
Fokus Utama Tetap Kebersihan Lingkungan
Meski risiko penularan antarmanusia rendah, masyarakat tetap diminta menjaga kebersihan lingkungan karena sumber utama virus hanta berasal dari tikus.
Virus biasanya menyebar melalui partikel dari air kencing, liur, atau kotoran tikus yang terhirup manusia.
Karena itu, area tertutup yang kotor dan banyak tikus tetap perlu dibersihkan dengan hati-hati.
Langkah sederhana seperti menjaga rumah bebas tikus, membersihkan gudang, dan menggunakan disinfektan dinilai jauh lebih penting dibanding rasa panik berlebihan.
Baca tanpa iklan