Dalam mengelola wabah ini, para ilmuwan mengandalkan observasi masa lalu pada populasi kecil dan studi terdahulu.
Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Luis Marcos, seorang pakar penyakit menular di Stony Brook Medicine.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), hantavirus memiliki masa inkubasi yang relatif lama, yakni antara 1 hingga 8 minggu sebelum gejala muncul.
Secara lebih spesifik, CDC memperkirakan gejala hantavirus pulmonary syndrome (HPS) muncul dalam 1 hingga 8 minggu setelah terpapar.
Sementara itu, gejala demam berdarah dengan sindrom ginjal atau hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS) biasanya muncul dalam 1 hingga 2 minggu.
Dalam sejumlah kasus langka, HFRS bahkan bisa memakan waktu hingga 8 minggu.
Baca juga: Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus di Indonesia, Ini Cara Penularan dan Faktor Risikonya
Menanggapi variasi data tersebut, Olivier Le Polain, kepala unit epidemiologi dan analitik respons di WHO pun memberikan keterangan kepada wartawan pada Senin (11/5/2026).
Ia menyatakan bahwa pihaknya memantau masa inkubasi selama 3 hingga 6 minggu, dengan mayoritas orang yang diperkirakan menunjukkan gejala pada minggu ketiga setelah terpapar.
"Masa inkubasi tersebut berarti kita dapat melihat kasus-kasus baru muncul lagi dalam beberapa hari mendatang, bahkan mungkin minggu depan", ujar Le Polain.
Perbedaan rentang waktu yang diberikan oleh berbagai lembaga ini terjadi karena para ahli bersikap sangat berhati-hati.
Dr. Scott Weaver, direktur Institute for Human Infections & Immunity di University of Texas Medical Branch, menjelaskan bahwa sebagian besar pengetahuan saat ini berasal dari pengamatan wabah berskala kecil, sehingga estimasi waktu yang lebih lama diambil demi kewaspadaan maksimal.
(Tribunnews.com/Bobby)
Baca tanpa iklan