Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan hidup dan keturunan sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74)
Waktu yang Paling Baik Untuk Berdoa
Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menyebutkan waktu-waktu terbaik untuk berdoa agar Allah mengabulkan doa tersebut.
1. Antara azan dan iqamat
Waktu antara azan dan iqamat adalah momen yang sangat mustajab untuk berdoa.
Pada saat ini, hati cenderung tenang dan fokus karena sedang bersiap menunaikan salat.
Rasulullah Saw bersabda: “Doa tidak akan tertolak antara azan dan iqamat.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
2. Menjelang waktu salat dan sesudahnya
Menjelang salat, seorang Muslim berada dalam kondisi menunggu ibadah, sehingga niat dan hatinya lebih dekat kepada Allah.
Setelah salat pun menjadi waktu yang baik karena doa yang dipanjatkan setelah ibadah memiliki peluang besar untuk dikabulkan.
Ketika Rasulullah Saw ditanya tentang doa yang paling didengar (mustajab), beliau bersabda: “(Doa yang paling didengar) adalah pada sepertiga malam terakhir dan setelah salat-salat wajib.” (HR. Tirmidzi, dinilai hasan)
3. Waktu sepertiga malam yang terakhir
Sepertiga malam terakhir adalah waktu paling utama untuk bermunajat.
Pada waktu ini Allah SWT membuka pintu rahmat dan ampunan-Nya, serta mengabulkan doa-doa hamba yang memohon dengan penuh keikhlasan.
“Tuhan kita Tabaraka wa Ta‘ala turun ke langit dunia setiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Dia berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya; siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya; dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya.’” (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Sepanjang hari Jumat
Hari Jumat merupakan hari yang istimewa dalam Islam. Di dalamnya terdapat waktu mustajab doa (salah satunya menjelang Maghrib).
"Sesungguhnya penghulu hari adalah hari jum'at, dan ia merupakan hari terbesar disisi Allah. Bahkan bagi-Nya ia lebih agung daripada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Padanya terdapat lima peristiwa penting yakni; Allah menciptakan Nabi Adam as., menurunkannya ke bumi (dunia) dan kemudian pada hari itu Allah mewafatkannya. Dalam hari itu terdapat suatu saat dimana tidak seorang hambapun memohonkan sesuatu, melainkan Allah akan mengabulkan nya sepanjang yang dipintanya itu bukanlah sesuatu yang haram. Dan pada hari jum'at itu kelak akan terjadi hari kiamat. Tidak ada satupun Malaikat muqarabin (Israfil), langit, bumi, angin, gunung-gunung dan lautan melainkan semuanya itu merasa segan pada hari jum'at." (HR. Ibnu Mâjah)
5. Antara Dzuhur dan Ashar, serta Ashar dan Maghrib
Rentang waktu ini termasuk waktu yang tenang dan penuh keberkahan.
Khusus antara Ashar dan Maghrib, banyak ulama menyebutnya sebagai waktu mustajab karena mendekati pergantian hari dan biasanya diiringi ketenangan hati.
Baca tanpa iklan