Dari Abdullah bin Salam radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Aku mengetahui waktu itu (waktu mustajab doa pada hari Jumat). Yaitu waktu terakhir setelah Ashar.” (HR. Abu Dawud)
6. Ketika khatam membaca Al-Qur’an
Saat selesai membaca Al-Qur’an hingga khatam, doa memiliki keutamaan khusus.
Membaca Al-Qur’an adalah ibadah agung, dan menutupnya dengan doa menjadi bentuk pengharapan agar amal diterima dan diberi keberkahan.
7. Ketika turun hujan
Hujan adalah tanda rahmat Allah yang turun ke bumi.
Pada saat ini, doa dianjurkan karena suasana penuh keberkahan dan rahmat, sehingga harapan dikabulkannya doa menjadi lebih besar.
8. Ketika melakukan tawaf
Tawaf di Baitullah adalah ibadah yang sangat mulia.
Saat tawaf, seorang Muslim berada di tempat paling suci dan dalam kondisi ibadah, sehingga doa-doa yang dipanjatkan memiliki keutamaan dan peluang besar untuk dikabulkan.
9. Ketika menghadapi musuh di medan perang
Dalam kondisi genting dan penuh ujian, doa menjadi bentuk ketergantungan total kepada Allah SWT.
Pada saat seperti ini, keikhlasan dan kepasrahan seorang hamba sangat tinggi, sehingga doa memiliki nilai yang besar di sisi Allah.
Rasulullah Saw bersabda: “Dua doa yang tidak akan tertolak: doa ketika azan dikumandangkan dan doa ketika peperangan berkecamuk, saat satu pasukan telah saling berhadapan.” (HR. Abu Dawud)
10. Berdoa sebaiknya diulang tiga kali
Mengulang doa hingga tiga kali menunjukkan kesungguhan dan ketekunan dalam memohon.
Rasulullah Saw mencontohkan pengulangan doa sebagai bentuk adab dan harapan yang kuat agar permohonan dikabulkan oleh Allah SWT.
Dari Abdullah bin Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Apabila Nabi Saw berdoa, beliau mengulang doanya tiga kali. Dan apabila beliau meminta (sesuatu), beliau memintanya tiga kali.” (HR. Muslim)
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan