Pelaku maksiat cenderung dijauhi orang-orang saleh, kehilangan kepercayaan, serta lebih dekat dengan lingkungan yang buruk.
5. Mendatangkan kesulitan hidup
Dosa menyebabkan berbagai urusan terasa berat, melemahkan fisik dan mental, serta menghadirkan banyak hambatan dalam kehidupan.
6. Menghilangkan keberkahan hidup
Maksiat tidak hanya mengurangi kebaikan, tetapi juga menghilangkan keberkahan umur dan amal.
7. Menimbulkan dosa yang berkelanjutan
Satu dosa dapat memicu dosa lainnya. Jika terus dilakukan, hati bisa menjadi tertutup dan semakin sulit kembali ke jalan yang benar.
Dosa-dosa Besar
Mengutip buku Bukan Dosa Ternyata Dosa karya Abduh Al Baraq dan Segala Dosa Besar dan Kecil Penyebab Siksa Kubur karya Najamuddin Muhammad, disebutkan beberapa dosa besar.
1. Syirik (Menyekutukan Allah SWT)
Syirik adalah dosa paling besar karena seseorang menyandarkan ibadah, harapan, atau keyakinannya kepada selain Allah SWT.
Bentuknya bisa beragam, seperti mempercayai dukun, ramalan, atau menganggap benda tertentu memiliki kekuatan gaib.
Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya,” (QS. An Nisaa: 48).
"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga,” (QS. Al Maidah: 72).
2. Berputus Asa dari Rahmat Allah SWT
Putus asa dari rahmat Allah termasuk dosa besar karena menunjukkan hilangnya harapan terhadap ampunan dan pertolongan-Nya.
Sikap ini seakan-akan meragukan luasnya kasih sayang Allah.
Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir,” (QS. Yusuf: 87).
3. Merasa Aman dari Azab Allah SWT
Merasa diri pasti selamat dari azab Allah adalah bentuk kelalaian dan kesombongan.
Sikap ini membuat seseorang meremehkan dosa dan tidak takut terhadap hukuman Allah.
“Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi,” (Al A’raaf: 99)
Baca tanpa iklan