News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pemilu 2024

Bawaslu Kaji Unsur Kelalaian Terkait Dugaan Kebocoran Data KPU

Penulis: Mario Christian Sumampow
Editor: Muhammad Zulfikar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI tengah mengkaji dugaan kebocoran data daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2024. 

Laporan Wartawan Tribunews, Mario Christian Sumampow

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI tengah mengkaji dugaan kebocoran data daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2024. 

Dalam kajiannya, Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty mengatakan pihaknya bakal mencari tahu apakah ada kelalaian Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI atas kebocoran itu. 

Baca juga: BSSN Berikan Hasil Investigasi soal Kabar Kebocoran Data Pemilih Milik KPU ke Bareskrim Polri

"Kami sedang mengkaji apakah ada kelalaian dalam konteks ini yang dilakukan, sehingga dalam konteks yang sedang berjalan nanti pasti kami akan sampaikan," kata Lolly kepada awak media di Bandung, Senin (4/12/2023).

"Kami pun sedang melakukan kajian ada kelalaian atau tidak sehingga kemudian privasi orang menjadi hilang," ia menambahkan.

Baca juga: Kemenkominfo Tunggu Klarifikasi KPU soal Dugaan Kebocoran Data Pemilih

"Ini yang sedang kami lakukan, sambil menunggu perkembangan yang berjalan," tuturnya.

Sementara itu Anggota KPU RI Idham Holik menegaskan saat ini dugaan kebocoran data itu sudah melalui rapat pembahasan secara internal. 

Idham mengungkapkan saat ini pihak juga masih menunggu informasi lebih lanjut dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang masih dalam proses tindak lanjut. 

Baca juga: Respons Anies-Cak Imin dan Ganjar-Mahfud MD soal Dugaan Kebocoran Data KPU

"Kami sudah rapat dengan ketua, ya. Sempat bahas soal ini dan waktu itu memang menunggu semuanya," ujar Idham saat dikonfirmasi, Selasa (5/12/2023). 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini