TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memperoleh 1.012.028 suara atau 16,68 persen dalam Pileg DPRD Jakarta 2024.
Sebagai partai peraih suara terbanyak di Jakarta, PKS diprediksi memperoleh 18 kursi di DPRD Jakarta.
Dalam Pasal 40 Ayat (1) UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota dijelaskan setiap partai politik atau gabungan partai politik harus memperoleh 20 persen kursi di DPRD untuk bisa mengusung kandidat.
Di Jakarta jumlah kursi DPRD-nya sebanyak 106.
Sehingga PKS hanya butuh empat kursi untuk bisa mengusung cagub dan cawagub di Pilkada Jakarta.
Hal ini membuat partai politik dan para calon gubernur untuk mendekati PKS agar memperoleh dukungan.
Perolehan kursi partai politik di DPRD Jakarta di Pemilu 2024:
- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB): 470.682 suara (10 kursi)
- Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra): 728.297 suara (14 kursi)
- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP): 850.174 suara (15 kursi)
- Partai Golongan Karya (Golkar): 517.819 suara (10 kursi)
- Partai NasDem: 545.235 suara (11 kursi)
- Partai Keadilan Sejahtera (PKS): 1.012.028 suara (18 kursi)
- Partai Amanat Nasional (PAN): 455.906 suara (10 kursi)
- Partai Demokrat: 444.314 suara (8 kursi)
- Partai Solidaritas Indonesia (PSI): 465.936 suara (8 kursi)
- Partai Perindo: 160.203 suara (1 kursi)
- Partai Persatuan Pembangunan (PPP): 153.240 suara (1 kursi).
Saat ini ada dua sosok yang digadang bakal maju di Pilgub DKI Jakarta 2024.
Mereka adalah Anies Baswedan dan Ridwan Kamil.
Anies sudah resmi didukung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKS).
Sementara Ridwan Kamil masih bimbang akan diusung di Pilgub Jakarta atau Jabar oleh koalisi partai politik pendukung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.
PKS jadi rebutan
Presiden PKS Ahmad Syaikhu menjelaskan pihaknya mendapat tawaran untuk bergabung dengan partai-partai yang ada di KIM untuk memenangkan Pilgub Jakarta 2024.
Bahkan Syaikhu mengklaim pihaknya mendapat tawaran bakal Cawagub untuk Pilkada DKI Jakarta 2024.
Namun pihaknya saat ini masih mempertimbangkan tawaran tersebut.
Di sisi lain, PKS juga sedang membuka komunikasi kepada Anies Baswedan dan PKB agar kadernya bisa dipilih sebagai cawagub Anies.
"Makanya sedang kita coba, analisis, kita kaji mana kira-kira yang nanti paling maslahat, kira-kira gitu," ujar Syaikhu di Kantor DPP PKS, Selasa (18/6/2024).
Syaikhu menjelaskan, pihaknya sudah mempersiapkan kader terbaik untuk maju di Pilgub DKI Jakarta 2024. Salah satunya Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.
Ia berharap ada kader PKS bisa dipilih menjadi pendamping Anies Baswedan di Pilgub Jakarta nanti.
"Kami berharap pendamping Pak Anies ini kader PKS. Harapan kami begitu," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid menilai wajar-wajar saja jika semua partai politik mendorong kadernya untuk menjadi cawagub pendamping Anies.
Hal itu merupakan hak masing-masing parpol.
"PKS tentu juga apalagi sebagai pemenang yang diamanahkan rakyat sebagai pemenang Jakarta, tentu lebih wajar lagi dong (usulkan kader jadi cawagub untuk Anies)," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/6/2024).
Hingga saat ini, kata Hidayat, PKS sudah memiliki sejumlah kader potensial yang bisa menjadi pendamping Anies. Satu di antaranya, kader PKS dokter Gamal Albinsaid.
"Banyak nama yang bagus baik di tingkat provinsi, maupun yang sekarang di tingkat DPR maupun bahkan yang di non warga Jakarta tapi berkualitas internasional seperti dokter Gamal Albinsaid misalnya," ungkapnya.
Tak hanya itu, Hidayat menambahkan pihaknya juga mengusulkan Wakil Ketua DPRD Jakarta dari fraksi PKS, Khoirudin. Dia menganggap nama itu merupakan sosok betawi yang memiliki kualitas.
Di tingkat nasional, Wakil Ketua MPR RI itu menyebut ada nama lain seperti Wakil Ketua Majelis Syuro Sohibul Iman dan Ketua DPP PKS sekaligus Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera.
"Tentu itu adalah bagian daripada nama-nama yang tentu juga ada kita punya presiden Pak Syaikhu yang juga wajar menjadi cagub juga gitu ya. Itu juga hal-hal artinya yang kita mempunyai lah orang-orang yang mmepunya integritas sekaligus juga keahlian dan pengalaman serta kepercayaan di tingkat publik," pungkasnya.
5 kader PKS yang potensial jadi cawagub Anies
1. Sohibul Iman
Bekas Presiden PKS Sohibul Iman didorong maju menjadi bakal calon wakil gubernur Jakarta mendampingi Anies Baswedan.
DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berencana mengusung kader senior mereka untuk maju dalam pemilihan gubernur (pilgub) Jakarta 2024.
Kader senior yang dimaksud adalah Mantan Presiden PKS yang kini menjabat Wakil Ketua Majelis Syura PKS Sohibul Iman.
Hal itu sekaligus mematahkan isu bahwa PKS akan kembali mengusung Anies Baswedan maju di Pilgub Jakarta.
Demikian diungkapkan Juru Bicara DPP PKS Ahmad Mabruri saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Senin (8/4/2024).
"PKS rencana akan majukan M Sohibul Iman mantan presiden PKS sebagai cagub DKI (Jakarta)," ungkap Mabruri.
Untuk itu, kata Mabruri, saat ini PKS sedang menggodok persiapan majunya Sohibul Iman di Pilgub Jakarta 2024.
"Sedang digodok persiapannya," ujarnya.
2. Mardani Ali Sera
Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini mengatakan, partainya serius mencermati pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jakarta 2024.
Sebab, Jakarta merupakan daerah khusus yang menjadi sorotan banyak pihak, sehingga harus dicermati.
Menurut Jazuli, PKS sedang menggodok nama-nama seperti Anies Baswedan, Mardani Ali Sera sebagai calon gubernur.
"Harus lebih cermat lebih teliti semua termasuk ada Pak Mardani ada Pak Anies ada juga calon lain gitu itu masih didalami," kata Jazuli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/6/2024).
Meski begitu, dia menuturkan PKS tak terburu-buru untuk menentukan siapa yang akan diusung.
Namun demikian, Mardani Ali Sera menyatakan tak maju dalam Pilkada Jakarta 2024.
Mardani tak mengungkapkan alasannya. Ia hanya menyatakan ingin beri kesempatan dan mendorong anak muda PKS untuk maju di Pilkada Jakarta.
"Saya usul anak muda PKS saja yang maju," kata Mardani kepada Tribunnews.com, Rabu (12/6/2024).
Anggota Komisi II DPR RI ini menilai, banyak anak-anak muda di PKS yang berkualitas untuk layak diusung di Pilkada Jakarta.
"Banyak anak muda berkualitas di PKS," ujar Mardani.
3. Ahmad Heryawan
Lebih lanjut Jazuli menyebut nama mantan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan untuk mendampingi Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024.
Mulanya, Jazuli mengungkap soal uji kelayakan dan kepatutan yang telah dilakukan Anies di DPW PKS DK Jakarta. Dia mengatakan, partai harus serius mencari kepala daerah di Jakarta yang kini diproyeksikan menjadi pusat kota bisnis.
"Jadi Pak Anies adalah salah satu kandidat, ya kan," ujar Jazuli.
Menurut Jazuli, sebagai partai dengan perolehan suara tertinggi di Jakarta pada Pemilu 2024 kemarin, PKS berhak mengajukan calon kepala daerah. Apalagi mengusulkan cawagub ke koalisi.
"PKS kan pemenang, ya wajar kalau PKS juga tadi yang menyebutkan Pak Hidayat tadi HNW mengatakan, menurut kutipan temen-temen wartawan nih saya belum denger soalnya, kader PKS umpamanya bisa jadi wakil itu wajar," kata Jazuli.
Jazuli mengklaim banyak kader PKS yang bisa menjadi cagub maupun cawagub Jakarta.
Bahkan, kata Jazuli, mantan gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pun bisa hijrah ke Jakarta.
Seperti halnya mantan gubernur Jabar, Ridwan Kamil yang disebut sebut sedang 'on the way' atau akan mencalonkan diri di Pilkada Jakarta.
4. Hidayat Nur Wahid
Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid juga satu nama yang jadi perbincangan.
Dirinya menyebut saat ini nama Anies memang tengah dibahas dari eksternal.
Sehingga, PKS meminta agar kadernya menjadi cawagub Anies jika DPP PKS memberikan dukungan kepada Anies.
"Misalnya Pak Anies sebagai cagub dari PKS, dan misalnya beliau dicalonkan juga oleh partai yang lain, sehingga beliau diatasnamakan lintas partai, maka tentu wajarnya PKS mengajukan cawagub dari PKS," kata HNW, saat diwawancara di Kantor DPP PKS, Jakarta, Selasa (18/6).
Dia menjelaskan, alasan kuat partainya meminta jatah cawagub. Sebab, PKS merupakan partai pemenang di Jakarta.
"Periode yang lalu, PKS telah mendukung Pak Anies cagub, cawagubnya enggak dari PKS loh. Masa sekarang enggak ada lagi. Dan sekali lagi, PKS sangat mampu untuk menjadi mendampingi cawagub yang nanti kita sepakati," ujarnya.
5. Gamal Albinsaid
Hidayat Nur Wahid (HNW) mengusulkan nama kader muda PKS dokter Gamal Albinsaid.
"Banyak nama yang bagus baik di tingkat provinsi, maupun yang sekarang di tingkat DPR maupun bahkan yang di non warga Jakarta tapi berkualitas internasional seperti dokter Gamal Albinsaid misalnya," ungkapnya.
Gamal Albinsaid lahir di Malang pada 8 September 1989.
Selain dikenal sebagai seorang dokter, Gamal juga merupakan inovator kesehatan, wirausahawan sosial dan CEO Indonesia Medika.
Mengutip laman Wikipedia, ia merupakan sosok yang pertama kali menggagas berdirinya Klinik Asuransi Sampah (Garbage Clinical Insurance) dan Bank Sampah.
Pada pemilihan umum presiden (pilpres) tahun 2019, Gamal ditunjuk menjadi juru bicara Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo-Sandi menggantikan Ratna Sarumpaet.
Kemudian pada 29 November 2020, Gamal masuk ke dalam struktural PKS sebagai Ketua DPP Bidang Kepemudaan.
Pria yang akrab disapa dr. Gamal ini menempuh pendidikan tingkat sekolah dasar hingga menengah atas di tanah kelahirannya.
Setelah lulus dari SMP Negeri 3 Malang, ia melanjutkan sekolah di SMA Negeri 3 Malang dengan mengikuti kelas akselerasi dam lulus pada tahun 2007.
Pada jenjang pendidikan berikutnya, Gamal mengenyam kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.
Ia pun berhasil lulus menjadi dokter dan mendapatkan predikat Cum Laude dengan IPK 3,69.
Setelah lulus sarjana, Gamal sempat magang di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Syaiful Anwar Malang.
Dirinya lalu melanjutkan studinya ke tingkat master di universitas yang sama, ia mengambil program studi S2 Ilmu Biomedik. (*)