"Jadi yang sudah diperiksa Bid Propam Polda Metro Jaya total 27 orang," pungkasnya.
Terpisah, Kadiv Propam Polri, Irjen Abdul Karim, memastikan pihaknya bakal menindak tegas apabila ada anggota polisi yang melakukan pelanggaran dalam kasus penemuan tujuh jasad remaja di Kali Bekasi.
"Apabila ada pelanggaran yang ditemukan oleh anggota, kami tidak tegas," tegas Abdul, Kamis.
Kronologi Jasad 7 Remaja Ditemukan Mengapung di Kali Bekasi
Ketujuh jasad remaja ditemukan mengapung di permukaan air Kali Bekasi pada Minggu (22/9/2024) pukul 5.30 WIB oleh warga setempat, Suci (42).
Awalnya, Suci sedang mencari-cari kucing peliharaan miliknya.
Namun, ia melihat benda mengapung di Kali Bekasi. Suci mengira benda tersebut adalah gulungan kasur yang dibuang ke sungai.
Baca juga: Hasil Prarekonstruksi Kasus 7 Mayat di Kali Bekasi: Korban Lompat di Pertemuan 2 Sungai Besar
Ia pun lantas memanggil warga terdekat untuk mengecek.
"Saya minta tolong warga, pas dicek rupanya bukan kasur. Ada tangannya. Ternyata jenazah manusia," ungkap Suci, Minggu, dilansir TribunBekasi.com.
Temuan itu lantas dilaporkan ke polisi setempat.
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya, Irjen Karyoto, mengungkapkan sebelum temuan tujuh mayat remaja, sejumlah polisi melakukan patroli pada Minggu dini hari pukul 3.00 WIB.
Saat polisi patroli tiba di lokasi kejadian, mereka melihat ada sejumlah remaja berkumpul di pinggir jalan.
Namun, ketika polisi patroli hendak menghampiri untuk menegur, kumpulan remaja itu panik.
Para remaja itu lantas panik dan melarikan diri hingga ada yang menceburkan diri ke Kali Bekasi.
"Mereka menceburkan diri ke sungai karena ketakutan ada patroli yang lewat atau yang menegur. Menegurnya sejauh mana, ini sedang kami dalami oleh rekan-rekan," jelas Karyoto, Minggu.