News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Rumah di Bantaran Rel Senen Jakpus Dibongkar Usai Dikunjungi Prabowo, Ini Kata Warga

Editor: Erik S
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM, SENEN -  Rofii, warga dekat Stasiun Pasar Senen, Senen, Jakarta Pusat berharap pembangunan hunian layak yang dijanjikan Prabowo Subianto lekas terealisasi.

Janji tersebut diucapkan Prabowo saat mengunjungi kawasan tersebut pada Kamis (26/4/2026).

"Ya pengennya ya dibikinin tempat yang layak gitu,” kata ujar Rofii kepada Wartakotalive.com, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (27/3/2026).

Ia menekankan pentingnya lokasi rumah baru yang tetap dekat dengan lingkungan dan tempat usaha mereka. 

"Ya mau aja kalau dibikinin mah mau, orang tempatin rumah ya kan. Tapi lokasinya yang dipengennya yang deket aja," ujarnya.

Selain itu, kepemilikan KTP menjadi syarat penting agar hak atas hunian dapat dipastikan.

WARGA TEPERDAYA - Permukiman atau hunian warga di bantaran rel Pasar Senen, Jakarta Pusat dibongkar secara mendadak, Jumat (27/3/2026) hingga menyisakan puing-puing dan memaksa warga mencari tempat tinggal sementara. Padahal kurang dari 24 jam sebelumnya atau Kamis (26/3/2026) siang, warga sempat didatangi Presiden Prabowo Subianto dan berebutan untuk salamam, hingga terbersit harapan akan adanya perbaikan nasib, namun nyatanya tidak (Warta Kota/Istimewa/Warta Kota/Ikhwana Mutuah Mico)

Menyikapi janji pembangunan rumah susun tersebut, warga tampak bersabar menunggu kepastian. 

“Gak tahu tuh, kan dikasih nomor telepon kalau udah itu disuruh telepon kalau kan ini sudah mulai didata-data,” jelas Rofii.

Dengan dukungan dan perhatian yang berkelanjutan, ia berharap kondisi hidup lebih nyaman, terhindar dari risiko, dan anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang lebih baik.

"Kalau bener-bener gitu, mau,” tutup Rofii.

Harapan Baru

Sementara itu, warga lain bernama Imah mengatakan kunjungan Presiden membawa harapan baru bagi mereka yang tinggal di kawasan rawan ini.

Ia menyambut kunjungan Presiden dengan rasa syukur meski sempat kaget oleh penggusuran mendadak.

"Alhamdulillah masih dikasih sehat, dikasih panjang umur, saya bilang gitu. Nikmatin, ibaratnya ini dibilang rezeki dari Allah yang Maha Kuasa, kita nikmatin saja,” ujar Imah.

Selama tinggal di bantaran rel selama dua tahun, Imah dan keluarganya hidup dengan serba terbatas, mencari penghasilan dari mulung botol di kali dan kuburan. 

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini