TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax memunculkan kekhawatiran di kalangan pengemudi ojek online (ojol).
Mereka khawatir banyak pengguna Pertamax kini pindah ke Pertalite. Sehingga itu membuat BBM subsidi tersebut semakin sulit didapat.
"Nanti pertalite lama-lama kan banyak tuh yang berpindah dari Pertamax ke Pertalite, jadi Pertalite habis, takutnya malah kita mau enggak mau harus ngisi Pertamax," kata Rizky, pengemudi ojol, saat ditemui di SPBU Pertamina Jalan Palmerah Utara, Jakarta Barat, Kamis (11/06/2026).
Kekhawatiran serupa disampaikan Andre yang ditemui saat dia antre di SPBU Pertamina di Jalan Kemanggisan, Jakarta Barat.
Pengemudi ojol yang sebelumnya menggunakan Pertamax itu mengaku kini beralih ke Pertalite setelah harga BBM non-subsidi naik.
Ia berharap pasokan Pertalite tetap tersedia di tengah potensi meningkatnya permintaan.
"Semoga Pertalite selalu ada lah, jangan dikosongin. Takutnya nanti Pertalite kosong kan," ujar Andre.
Andre bahkan meminta pemerintah dan Pertamina menambah stok Pertalite agar masyarakat tidak kesulitan memperoleh BBM subsidi.
"Stok Pertalite dibanyakin aja."
Sementara itu, pengemudi ojol lainnya, Ilham Siregar, juga mengaku khawatir jika kelangkaan BBM terjadi setelah kenaikan harga Pertamax.
Menurut dia, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada pengemudi ojol, tetapi juga dapat memengaruhi biaya hidup masyarakat secara umum.
"Siapa sih yang enggak khawatir? Apalagi buat makan. Pasti kan kebutuhan ekonomi bakalan naik lagi," kata Ilham.
Ia menilai biaya bahan bakar sudah menjadi salah satu beban utama bagi pengemudi ojol yang setiap hari bekerja di jalan.
"Kalau naik, langka, sulit, gimana?" ujarnya.
Naik Harga
Baca tanpa iklan