TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Fadlul Karim, pilot yang tewas dalam kecelakaan
jatuhnya pesawat Sabang Merauke Air Charter (SMAC) jenis Cassa 212, di
Bintan, Sabtu (12/2/2011), hari ini langsung dimakamkan di Pemakaman
Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Senin (14/2/2011).
Jenazah Fadlul tiba di rumah duka sekitar pukul 10.30 WIB dan langsung diserahkan pihak manajemen PT SMAC kepada keluarga.
Menurut kakak korban, Asmawi adiknya tersebut diterbangkan dari Tanjung
Pinang ke Jakarta dengan pesawat Sriwija Air pada pukul 07.00 WIB dan
tiba di Bandara Soekarno Hatta pukul 08.30 WIB.
"Dia disemayamkan dulu di rumah ini (Perumahan Pondok Lestari Blok B7 No
9, Cileduk, Tangerang) agak terlambat karena ada kendala," kata Asmawi
saat ditemui di rumah duka, Cileduk, Tangerang.
Hanya berselang sekitar 1,5 jam saja di rumah duka, jenazah pun langsung
dibawa ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta. "Sekitar
pukul 13.30 WIB jenazah langsung dikuburkan," kata
Di rumah duka hanya sebingkai karangan bunga duka dari PT SMAC saja yang
menghiasi rumah duka dengan satu buah tenda auning berukuran 3 x 4
meter.
Sang kakak pun tidak memiliki firasat apa pun sebelum adik kandungnya tersebut meninggal di usia ke 60.
Asmawi menceritakan saat-saat terakhir Fadlul akan meninggal, adik
korban Damanpuri sempat berkomunikasi dengan Fadlul dan hanya bertanya
kabar saja.
"Saat itu ia hanya mengatakan mau test flyght. Kemudian ia
pun lulus dan menerbangkan pesawat," jelas Asmawi.
Saat itu keadaan sang pilot senior tesebut pun dalam keadaan prima
sehingga dia diberi kepercayaan untuk menerbangkan pesawat, namun akibat
kerusakan mesin, pesawat yang diterbangkan Fadlul pun jatuh.
"Kami menyadari bahwa ini adalah resiko seorang pilot. Kita harus
menerima dan harus maklum dengan pekerjaan seperti ini," katanya.
Keluarga Terima Kepergian Sang Pilot
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan