News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Lebaran 2012

Laporkan Harga Tiket Bus Jika Terlalu Mahal

Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sopir bersama kernet bus AKAP menempel stiker Angkutan Lebaran 2012 pada kaca depan, Rabu (8/8/2012). Gubernur Sumsel H Alex Noerdin didampngi Kadishub Sumsel H Sarimuda menggelar pasukan kesiapan Angkutan Lebaran 2012 di Terminal KM 12 Alang-Alang Lebar, Palembang, Sumatera Selatan. Sriwijaya Post/Syahrul Hidayat (2012-08-08)

Laporan Riana Dewi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bila Anda menemukan harga tiket bus terlalu mahal saat mudik, jangan diam saja. Anda bisa melaporkannya kepada Kepala Terminal Bus atau kepada Dinas Perhubungan.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Terminal Bus AKAP Kampung Rambutan, Dwi Basuki saat ditemui di Terminal Kampung Rambutan, Selasa (15/8/2012).

"Kumpulkan saja barang bukti berupa tiket dan laporkan. Bisa ke kepala terminal atau bisa juga ke Kementrian Perhubungan,"jelasnya.

Pengusaha bus bukannya tidak boleh menaikkan harga tiket jelang lebaran. Namun, kenaikan harga tiket tersebut sudah diatur oleh Kementrian Perhubungan.

Adapun batas atas yang diterapkan oleh Kementrian Perhubungan adalah 139 rupiah per km per penumpang. Sementara batas bawahnya adalah 96 rupiah per km per penumpang.

Meskipun begitu, penetapan tarif batas atas dan batas bawah ini hanya berlaku untuk tiket ekonomi. Sementara itu, untuk tiket non ekonomi, besaran tarif diserahkan kepada masing-masing pengusaha.

Penetapan batas atas dan batas bawah sendiri sebenarnya sudah ditetapkan dari tahun 2009 melalui Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KM. 1 Tahun 2009. Tarif batas atas tersebut belum termasuk iuran wajib kecelakaan penumpang dari Jasa Marga dan biaya penyebrangan untuk trayek Sumatera dan Bali.

Baca Juga:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini